<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deniar's Blog &#187; telecommunication</title>
	<atom:link href="http://www.deniar.net/tag/telecommunication/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.deniar.net</link>
	<description>Just Personal Blog of Deniar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 14:35:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Beginilah hitungannya PPN pada talktime (pulsa) kamu, akhirnya ketemu jawabannya</title>
		<link>http://www.deniar.net/beginilah-hitungannya-ppn-pada-talktime-pulsa-kamu-akhirnya-ketemu-jawabannya/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/beginilah-hitungannya-ppn-pada-talktime-pulsa-kamu-akhirnya-ketemu-jawabannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 21:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/04/14/beginilah-hitungannya-ppn-pada-talktime-pulsa-kamu-akhirnya-ketemu-jawabannya/</guid>
		<description><![CDATA[Berkait dengan artikel ku sebelumnya yang mempermasalahkan PPN Esia yang dobel. Kucoba bertanya pada ahlinya (yang ternyata adalah Ayahku sendiri sebagai accounting dan mengerti masalah perpajakan). Dan beginilah jawabannya      Jadi perhitungannya adalah bila kita beli Pulsa (Talktime) misal seharga 25.000. Di situ memang sudah tertulis &#8220;Sudah termasuk PPN 10%&#8221;, dan ternyata maksudnya adalah Talktime [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkait dengan <a href="http://www.deniar.net/2008/04/10/esia-ppn-kena-ppn-lagi-cahsback-juga-koq-kayaknya-gak-ada-bukan-kecewa-tapi-tanda-tanya/" target="_blank">artikel ku sebelumnya yang mempermasalahkan PPN Esia yang dobel</a>. Kucoba bertanya pada ahlinya (yang ternyata adalah Ayahku sendiri sebagai accounting dan mengerti masalah perpajakan). Dan beginilah jawabannya
<p style="text-align: center"><a href="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/itungan-ppn.jpg" title="itungan-ppn.jpg"><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/itungan-ppn.jpg" alt="itungan-ppn.jpg" /> </a></p>
<p style="text-align: left"> </p>
<p><span id="more-300"></span>
<p style="text-align: left"> Jadi perhitungannya adalah bila kita beli Pulsa (Talktime) misal seharga 25.000. Di situ memang sudah tertulis &#8220;Sudah termasuk PPN 10%&#8221;, dan ternyata maksudnya adalah Talktime sesungguhnya adalah 22.727 dan PPNnya 2.272. Dan bila kamu cek pulsa maka pulsa yang tersisa adalah pulsa+PPN.</p>
<p style="text-align: left">Nah apabila terjadi penggunaan pulsa, misalkan 50 maka 50 itu akan dikurangi dari yang 22.727 rPPNnya 5 rupiah berkurang yang dari 2.272. Istilah ini (katanya) namanya berkurang secara profesional.</p>
<p style="text-align: left">Jadi sebenarnya tidak ada pembayaran PPN dua kali. </p>
<p style="text-align: left"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/beginilah-hitungannya-ppn-pada-talktime-pulsa-kamu-akhirnya-ketemu-jawabannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Esia PPN kena PPN lagi? Cahsback juga koq kayaknya gak ada? Bukan kecewa tapi tanda tanya</title>
		<link>http://www.deniar.net/esia-ppn-kena-ppn-lagi-cahsback-juga-koq-kayaknya-gak-ada-bukan-kecewa-tapi-tanda-tanya/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/esia-ppn-kena-ppn-lagi-cahsback-juga-koq-kayaknya-gak-ada-bukan-kecewa-tapi-tanda-tanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 17:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/04/10/esia-ppn-kena-ppn-lagi-cahsback-juga-koq-kayaknya-gak-ada-bukan-kecewa-tapi-tanda-tanya/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini masih berkutat dengan kekecewaan terhadap esia, tiba-tiba iseng aja cari-cari artikel/tulisan2 yang dimuat di internet tentang kekecewaan terhadap Esia. Memang banyak hal mengecewakan dari Esia, namun tidak kutulis di sini silakan cari dan baca sendiri. Akhirnya pandangan mengarah ke voucher fisik yang tadi siang kubeli, pandangan melayang ke tulisan harga vocuher fisik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/esia1.jpg" alt="esia1.jpg" /></p>
<p>Hari ini masih berkutat dengan <a href="http://www.deniar.net/2008/04/10/kecewa-esia-gogo-dan-isi-pulsanya/" target="_blank">kekecewaan terhadap esia</a>, tiba-tiba iseng aja cari-cari artikel/tulisan2 yang dimuat di internet tentang kekecewaan terhadap Esia. Memang banyak hal mengecewakan dari Esia, namun tidak kutulis di sini silakan cari dan baca sendiri.</p>
<p>Akhirnya pandangan mengarah ke voucher fisik yang tadi siang kubeli, pandangan melayang ke tulisan harga vocuher fisik yang bertuliskan <span id="more-290"></span>&#8220;Voucher Isi Ulang Rp. 25.000,- Sudah termasuk PPN 10%&#8221; langsung teringat, perasaan kalo telpon dan segala hal yang berhubungan dengan penggunaan pulsa kena PPN lagi deh. Contohnya kalo telpon semenit yang tarifnya Rp.50 kena PPN lagi jadi Rp. 55,-. Kalo udah kena PPN pada saat beli pulsa, kenapa pas menggunakan pulsa kena PPN lagi? Nah jadi tanda tanya kenapa pelanggan dikenakan PPN dua kali.</p>
<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/esia21.jpg" alt="esia21.jpg" /></p>
<p>Kemudian jadi teringat juga tentang Esia Cashback, yang diiklannya mengatakan bakal ada cashback setelah ditelpon sekian menit dari operator lain dan telpon sekian menit ke operator lain. Perasaan akhir2 ini sering terima dan telpon ke/dari operator lain dan aku rasa cukup lama tapi koq gak pernah diberitahu dapet cashback. Perasaan kalo dulu emang pernah juga tapi udah dulu waktu esia awal2 muncul di Bandung selalu diberitahu kamu dapet cashback sekian lewat SMS. Tapi sekarang justru pas gencar2nya iklan cashback aku gak pernah dapet sama sekali. Yang menjadi pertanyaan, apakah memang ada cashback? Kalau ada harusnya ada pemberitahuan donk berapa cashback yang diterima agar pelanggan merasakan efek cashback. Atau itu hanya kamuflase saja, biar orang berasa murah telpon/terima dari operator lain.</p>
<p>Banyak tanda tanya, ataukah ada teman-teman yang juga memiliki tanda tanya sepertiku? Atau ada yang lebih mengerti?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/esia-ppn-kena-ppn-lagi-cahsback-juga-koq-kayaknya-gak-ada-bukan-kecewa-tapi-tanda-tanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecewa ESIA Gogo dan Isi pulsanya</title>
		<link>http://www.deniar.net/kecewa-esia-gogo-dan-isi-pulsanya/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/kecewa-esia-gogo-dan-isi-pulsanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 06:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/04/10/kecewa-esia-gogo-dan-isi-pulsanya/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini kecewa sekali dengan servis/pelayanan dari Esia. Padahal aku sudah menganggap pelayanan Esia cukup memuaskan, peristiwa hari ini membuat diriku illfeel terhadap Esia, bisa-bisa benar2 membuang nomor Esia ku dan berganti ke nomor Flexi selamanya. Secara akhir2 ini juga sinyal Esia terasa begitu (maaf) payah dibandingkan dengan Flexi yang aku baru tahu setelah kucoba. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/isi-pulsa-esia.jpg" target="_blank"><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/04/isi-pulsa-esia.jpg" alt="isi-pulsa-esia.jpg" height="308" width="411" /></a></p>
<p>Hari ini kecewa sekali dengan servis/pelayanan dari Esia. Padahal aku sudah menganggap pelayanan Esia cukup memuaskan, peristiwa hari ini membuat diriku illfeel terhadap Esia, bisa-bisa benar2 membuang nomor Esia ku dan berganti ke nomor Flexi selamanya. Secara akhir2 ini juga sinyal Esia terasa begitu (maaf) payah dibandingkan dengan Flexi yang aku baru tahu setelah kucoba. Beginilah ceritanya <span id="more-288"></span></p>
<p>Tadi malam ngedadak pulang ke Semarang. Seperti biasa setiap ke luar kota musti men-GOGO kan nomor Esia ke kota tujuan (atau di Flexi fitur ini disebut Combo). Dan caranya pun sangat mudah dengan hanya menekan *6060 dan seterusnya.</p>
<p>Kebetulan tadi malam karena harus contact sini contact sana jadinya sebelum sampai Semarang pulsa di bawah 10.000. Padahal syarat untuk meng-GOGO kan pulsa harus minimal 10.000 dan. Tetapi pada saat registrasi GOGO dibilang &#8220;<strong>Berhasil mengaktivasi layanan ESIA GOGO</strong>&#8220;. Oh saya kira sekarang sudah gak minimal 10.000 jadi cuek-cuek saja. Terakhir saya cek pulsa sekitar 5000 rupiah (kurang lebih lah). Kemudian begitu naek kereta, mau sms seseorang ternyata pulsa langsung habis. Nah loh kemana? Aku kira itu habis termakan kerena fasilitas GOGO, oh ya sudahlah kupikir.</p>
<p>Sesampai di Semarang, saya coba mengaktivasi dan katanya &#8220;<strong>Layanan ESIA GOGO akan kami aktivasi beberapa saat lagi, Terima Kasih.</strong>&#8221; Saya tunggu seharian tidak aktif juga.</p>
<p>Langsung dengan reflek saya telpon CallCenter *999 Esia. Aku dan kawan-kawan yang sering mobile ke luar kota memang lebih suka telpon ke CallCenter. Bahkan kami semua hapal kode masuk CallCenter seperti langsung menyebutkan Nama nomor telpon dan tanggal lahir. Bahkan sebelum ditanya oleh Call Center kami biasanya langsung menyebutkan itu semua. Kata CallCenter, &#8220;Bapak sering telpon kemari ya sampai hapal&#8221;. (Ceritanya karena saking seringnya telpon ke Call Center dan hapal fitur2 di ESIA).</p>
<p>Waktu dikonfirmasi dengan mbak2 Call Center bilangnya karena pulsa saya di bawah 10.000 terus saya bilang &#8220;L<em>oh tapi waktu itu dibilang berhasil, dan bahkan bilang akan diaktifkan beberapa saat lagi, tidak ada konfirmasi tidak bisa karena pulsa di bawah 10.000 oleh mesin penjawab ESIA GOGO</em>&#8220;.</p>
<p>Langsung saya bilang &#8220;<em>OK, kalo gitu solusinya gimana?</em>&#8220;. Kemudian aku disuruh isi pulsa minimal 10.000 dan dia bilang &#8220;<em>Dengan cara ketik TOPUP nomor voucher kirim ke 555</em>&#8220;. Oh berarti bisa via SMS kupikir. Ya sudah akhirnya kubeli lah pulsa ESIA 25ribu di counter terdekat.</p>
<p>Kucoba isi ternyata tidak bisa isi pulsa. Kutelponlah lagi mbak2 CallCenter itu. Dengan menyebutkan langsung password sebelum diminta, akhirnya dibilang kalau sudah berada di kota lain tidak bisa isi pulsa via vocher fisik, harus via elektrik. Damn! udah terlanjur beli masak harus beli lagi, dan harus cari yang elektrik. Hey, kamu kira aku bisa bolak-balik pulang pergi cari yang jual voucher elektrik dimana. Langsung kubilang saja bahwa saya sedang dalam keadaan emergency saya harus telpon kolega saya dan saya minta solusi. Ah dan langsung &#8216;dia potong pembicaraan saya&#8217;, &#8220;<em>Pak dengan dulu pembicaraan saya&#8230;</em>&#8221; dan langsung lah keluar bla bla bla.. yang intinya tidak bisa. Ah menjengkelkan sekali. Benar-benar kecewa saya.</p>
<p>Kalau disimpulkan dari cerita saya di atas, ada beberapa point yang bikin saya kecewa</p>
<ol>
<li>Jika pulsa kurang dari 10.000 mau mengaktifkan ESIA GOGO dianggap Berhasil dan bilang kalau akan diaktifkan beberapa saat lagi, TANPA ADA KETERANGAN KALAU PULSA ANDA TIDAK MENCUKUPI UNTUK MELAKUKAN LAYANAN INI.</li>
<li>Isi voucher di kota lain tidak flexibel masak harus dengan elektrik. Bagaimana dengan yang sudah terlanjur beli pulsa fisik, tidak diberikan solusi.</li>
<li>CallCenter menyesatkan, padahal dia sudah bertanya apakah saya sudah sampai di kota tujuan, saya bilang sudah. Kemudian disuruh isi pulsa dengan mengetik &#8220;TOPUP bla bla bla&#8230;&#8221;. Jelas-jelas ini mengisyaratkan isi voucher secara fisik. Buktinya malah gak bisa isi voucher secara fisik.</li>
</ol>
<p>Saran saya kepada ESIA untuk membangun lebih baik fitur, service, dan kepuasan pelanggannya adalah:</p>
<ol>
<li>Berikanlah konfirmasi kepada pelanggan kalau memang PULSA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN FITUR YANG DIMAKSUD.</li>
<li>Berikan flexibilitas kepada pelanggan bila berada di kota lain harus isi pulsa dengan voucher fisik. Kalau memang ada protokol yang membatasi adanya hal seperti itu, berikan solusi pada CallCenter untuk dapat mengisikan pulsa melalui CallCenter dengan menyebutkan nomor yang tertera di voucher fisik, kan beres.</li>
<li>Saya tahu kalau CallCenter tidak ditangani seorang saja, banyak representatif Agen yang ditempatkan di sana. Dan ini bisa saja terjadi perbedaan informasi dari satu Agen dengan Agen yang lain. Saya mohon untuk kembali diseragamkan dan dipersiksa, atau mencari solusi dengan memberikan aplikasi HelpDesk yang lebih akurat untuk Agen2 di CallCenter tersebut, atau mengijinkan Pelanggan untuk menghubungi Manajer penganggun jawab CallCenter apabila tidak puas dengan pelayanan CallCenter. Karena saya tahu kalau Agen tersebut tidak tahu solusinya maka dia bilang &#8220;Maaf saya tidak dapat membantu&#8221;. Bisa jadi karena dia tidak memiliki supervisi atau privillage untuk kewenangan bantuan di level atasnya.</li>
</ol>
<p>Ini semua saran dan kritik saya berikan untuk membangun tingkat kepuasan pelanggan yang lebih baik untuk ESIA. Semoga dapat diperhatikan oleh pihak ESIA dan mejadi edukasi untuk masyarakat sekitar.</p>
<hr />
<h2>BAGAIMANA AKHIRNYA AKU MENCARI SOLUSI</h2>
<p>Akhirnya aku berpikir untuk mencari solusi sendiri. Dan ini butuh meluangkan waktu juga.</p>
<ol>
<li>Kalau voucher tidak bisa diisi secara fisik dan susah menemukan voucher elektrik atau lokasi Anda tidak banyak agen penjual pulsa, bisa isi melalui ATM (Mandiri). Dan saya rasa bisa jadi ATM itu sendiri lebih tersebar daripada agen voucher elektrik.</li>
<li>Transfer pulsa melalui teman yang punya ESIA juga dan lokasinya di Kota Asal Anda. Caranya:</li>
</ol>
<ul>
<li>Pastikan teman Anda adalah teman yang Anda percaya, kirimkan nomor voucher Anda ke teman Anda dan suruh isikan pulsa di nomor hape dia</li>
<li>Setelah terisi, minta dia transfer pulsa ke nomor ASAL anda dengan cara ketik TRANSFER jumlahuang nomorAnda (contoh: <strong>TRANSFER 25000 0229123456</strong>) kirim ke <strong>789</strong>. Kalau Anda baik, sisakan sedikit pulsa untuk diberikan kepadanya.</li>
<li>Bagaimana dengan masa tenggang? Kan kalau transfer masa tenggan Anda tidak bertambah. Tenang masa tenggan bisa dikirim koq (karena saking hafalnya dengan fitur ESIA). Caranya ketik WAKTU jumlahhari nomorAnda (contoh: <strong>WAKTU 20 0229123456</strong>) kirim ke <strong>789</strong>.</li>
</ul>
<p>Semoga solusi ini dapat membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/kecewa-esia-gogo-dan-isi-pulsanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telecommuting &#8211; Bekerja Jarak Jauh</title>
		<link>http://www.deniar.net/telecommuting-bekerja-jarak-jauh/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/telecommuting-bekerja-jarak-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 02:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/01/15/telecommuting-bekerja-jarak-jauh/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir ini aku sedang mengerjakan proyek jarak jauh menjadi freelancer. Semua koordinasi dilakukan melalui jarak jauh. Untung ada esia, jadi komunikasi lebih murah. Istilahnya seperti ini adalah Telecommuting. Telecommuting adalah cara bekerja jarak jauh yang memiliki flexibilitas tempat kerja dan bahkan waktu kerja pula. Jadi para tim bisa bekerja terpisah dan cukup berkoordinasi jarak jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/01/telecommuting.jpg" alt="telecommuting.jpg" /></p>
<p>Akhir ini aku sedang mengerjakan proyek jarak jauh menjadi freelancer. Semua koordinasi dilakukan melalui jarak jauh. Untung ada esia, jadi komunikasi lebih murah. Istilahnya seperti ini adalah Telecommuting.</p>
<p>Telecommuting adalah cara bekerja jarak jauh yang memiliki flexibilitas tempat kerja dan bahkan waktu kerja pula. Jadi para tim bisa bekerja terpisah dan cukup berkoordinasi jarak jauh lewat video conference, chatting, netmeeting, dan segala jenis cara jarak jauh termasuk telpon murah Esia (lah koq malah promosi).</p>
<p>Koordinasi yang aku lakukan di proyek terakhir ini hanya lewat telpon, bahkan dealnya pun lewat telpon. Hanya ketemu dengan PICnya sekali di Jakarta, salah seorang teman waktu ikut kepanitiaan Trade Expo 2007. Pada saat itupun belum membicarakan masalah proyek. Hanya kenal dan tukar contact person.<span id="more-195"></span></p>
<p>Terkadang merasa nyaman dengan pekerjaan seperti ini. Tidak terikat waktu dan tempat (kecuali terikat deadline). Mau mengerjakan malam-malam di kamar kostan atau siang hari di mall juga bisa. Namun yang menjadi kekurangan adalah susahnya monitor untuk mendisiplinkan pekerja jarak jauh serta bisa-bisa mejadi makhluk yang kurang bersosialisasi. Tidak ada tatap muka dengan rekan kerja (kecuali video conferrence), tidak ada konsolidasi dan diskusi langsung. Kurangnya rasa disiplin (sepertinya), dan tidak ada saling mengunjungi meja satu dengan meja lain untuk mengirimkan progress. Yang ada mengunjungi blog satu dengan blog yang lain. Atau setiap minggu ke Tiki/JnE untuk kirim CD hasil progress.</p>
<p>Well, bagaimanapun model bekerjanya kembali ke karakter masing-masing dan dinikmati saja. Yang penting adalah tetap memiliki hasrat untuk berkarya.</p>
<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/01/proyekku.jpg" alt="proyekku.jpg" /><br />
<em>Inilah proyek yang sedang kukerjakan.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/telecommuting-bekerja-jarak-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Esia kini ada di Semarang</title>
		<link>http://www.deniar.net/esia-kini-ada-di-semarang/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/esia-kini-ada-di-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 06:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Wah semakin senang punya Esia. Kini Esia udah ada di Semarang. Kalau dulu bingung gimana cara komunikasi dengan orang rumah di Semarang di rumah. Mau pake flexi, eh di Bandung flexi belum migrasi ke frekuensi 800, secara hape gw masih CDMA 800. Mau pake GSM? waduh gak kebayang berapa habis duit. Ya salah satu solusinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah semakin <a href="http://www.deniar.net/?p=66" title="Untung punya Esia" target="_blank">senang punya Esia</a>. Kini Esia udah ada di Semarang. Kalau dulu bingung gimana cara komunikasi dengan orang rumah di Semarang di rumah. Mau pake flexi, eh di Bandung flexi belum migrasi ke frekuensi 800, secara hape gw masih CDMA 800. Mau pake GSM? waduh gak kebayang berapa habis duit. Ya salah satu solusinya malem2 jam 11 ke wartel.</p>
<p>Begitu jam 11 teng, langsung ambil jaket, ke wartel. Itu pun masih pake acara ngantri dulu. Maklum daerah mahasiswa. Orang rumah pada belum punya esia sih, tapi ini jadi kabar baik buat aku kalo di semarang ada esia. Semoga silaturahmi dengan teman2 di semarang bisa terjalin kembali setelah lama rada terputus. Semoga pada pake esia</p>
<p><span style="font-style: italic"> *) Mohon maaf tulisan ini tidak bermaksud promosi, melainkan berbagi pengalaman pribadi</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/esia-kini-ada-di-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Esia vs Flexi ?</title>
		<link>http://www.deniar.net/esia-vs-flexi/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/esia-vs-flexi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 14:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang semua perlahan pada beralih ke HP CDMA. Bahkan sampai terjadi dua kubu besar di fosma maupun temen-temen kampus. Kubu Esia dan Flexi Semua saling mempertahankan kubunya. Yang satu membentuk keluarga Esia, yang satu lagi geng Flexi. Dan rasanya senang bertemu dengan kawan yang satu kubu. Dasar&#8230;&#8230; Siapakah yang bakal menang, apakah price war yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang semua perlahan pada beralih ke HP CDMA. Bahkan sampai terjadi dua kubu besar di fosma maupun temen-temen kampus. Kubu <strong>Esia</strong> dan <strong>Flexi</strong></p>
<p><img src="http://www.oke.com/cms/export/sites/oke.com/_data/structured/promotions/images/nokia_1225_esia.jpg" alt="Esia" title="Esia" />  <img src="http://priyadi.net/wp-content/flexi.jpg" alt="Flexi" title="Flexi" /><br />
Semua saling mempertahankan kubunya. Yang satu membentuk keluarga Esia, yang satu lagi geng Flexi. Dan rasanya senang bertemu dengan kawan yang satu kubu. Dasar&#8230;&#8230;</p>
<p>Siapakah yang bakal menang, apakah price war yang bakal menentukan? Ataukah quality war? Kita tunggu saja&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/esia-vs-flexi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirut Telkom diganti?</title>
		<link>http://www.deniar.net/dirut-telkom-diganti/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/dirut-telkom-diganti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2007 07:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[hot issues]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[28 Februari 2007 dijadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom yang salah satu agendanya adalah pembicaraan kemungkinan pergantian direksi. Ada kabar yang mengatakan bahwa Arwin Rasyid juga akan diganti. Termasuk dalam jajaran komisaris yaitu Tantri Abreng juga akan dicopot. Pencopotan Arwin karena dianggap tidak memiliki visi nasional. Hal itu terkait adanya rencana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.telkom.co.id/images/telkom_logo1.gif" align="left" />28 Februari 2007 dijadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom yang salah satu agendanya adalah pembicaraan kemungkinan pergantian direksi. Ada kabar yang mengatakan bahwa Arwin Rasyid juga akan diganti. Termasuk dalam jajaran komisaris yaitu Tantri Abreng juga akan dicopot.</p>
<p>Pencopotan Arwin karena dianggap tidak memiliki visi nasional. Hal itu terkait adanya rencana privatisasi sejumlah anak perusahaan.</p>
<p>Juga didengar adanya sinyalmen Telkom akan melepas sejumlah anak perusahaan ke Singtel, Singapura. Kalau itu terjadi maka akan menjadi ancaman besar bagi negara, mengingat periswita lepasnya Indosat ke tangan asing.</p>
<p>Memang untuk perusahaan BUMN yang strategis sekelas Telkom harus dipegang oleh pemimpin yang berjiwa nasionalisme tinggi.</p>
<p>Kita tunggu saja nama2 calon yang bakal menggantikan posisi-posisi strategis di jajaran Telkom ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/dirut-telkom-diganti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung pake ESIA</title>
		<link>http://www.deniar.net/untung-pake-esia/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/untung-pake-esia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2007 12:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya aku beli juga HP CDMA. Kubeli HP CDMA Samsung bekas, murah pula. Ah gak papa, bwt telpon doank ini. Alhamduillah ESIA tarifnya sangat murah, jadi lebih mudah berkomunikasi. Sekarang kalo telpon yayang bisa lebih murah. Yang dulunya SMSan seharian sekarang bisa telpon2an, malah gak pernah SMSan lagi. Telpon sejam cuman 1000 gimana gak untung? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya aku beli juga HP CDMA. Kubeli HP CDMA Samsung bekas, murah pula. Ah gak papa, bwt telpon doank ini. Alhamduillah ESIA tarifnya sangat murah, jadi lebih mudah berkomunikasi.</p>
<p><img src="http://www.esia.co.id/images/keluarga.jpg" alt="Untung Pake ESIA" title="Untung Pake ESIA" align="middle" /></p>
<p>Sekarang kalo telpon yayang bisa lebih murah. Yang dulunya SMSan seharian sekarang bisa telpon2an, malah gak pernah SMSan lagi. Telpon sejam cuman 1000 gimana gak untung? Udah gitu anak-anak FOSMA jakarta n bandung pada pake ESIA, ya sudah.. makin mudah komunikasi dengan mereka. Seneng rasanya ketemu sesama pengguna ESIA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/untung-pake-esia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

