<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deniar's Blog &#187; opinion</title>
	<atom:link href="http://www.deniar.net/tag/opinion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.deniar.net</link>
	<description>Just Personal Blog of Deniar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 14:35:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Weits&#8230; pacaran islami?</title>
		<link>http://www.deniar.net/weits-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/weits-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 02:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[blogs]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/01/01/weits-pacaran-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Kutemukan sebuah blog yang aneh, pacaran islami. Awalnya kupikir ini hanya kerjaan orang-orang iseng yang mencoba membawa sebuah kebebasan berpikir, atau seperah-parahnya adalah mencari ketenaran (eksistensi diri) dalam dunia maya. Ternyata blog ini ditulis oleh M Shodiq Mustika yang (katanya) telah menulis beberapa buku (kayaknya) terkenal. Well masalah pacaran dan segala jenis kawan-kawannya, aku juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/01/pacaran-islami1.jpg" alt="Pacaran Islami" /></p>
<p>Kutemukan sebuah blog yang aneh, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/" title="Pacaran Islami?" target="_blank">pacaran islami</a>. Awalnya kupikir ini hanya kerjaan orang-orang iseng yang mencoba membawa sebuah kebebasan berpikir, atau seperah-parahnya adalah mencari ketenaran (eksistensi diri) dalam dunia maya. Ternyata blog ini ditulis oleh <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/" title="M Shodiq Mustika's blog" target="_blank">M Shodiq Mustika</a> yang (katanya) telah menulis beberapa buku (kayaknya) terkenal.</p>
<p>Well masalah pacaran dan segala jenis kawan-kawannya, aku juga gak terlalu ngerti. Aku memang orang yang berpacaran, namun sering juga baca-baca buku mengenai nikah dan pacaran itu sendiri. Well kusimpulkan bahwa <strong>kutak setuju dengan blog ini</strong>. Masalah setuju dan tak setuju tentang pacaran itu sendiri sedang kugodok dalam prinsip pribadi.</p>
<p>Cinta&#8230; memang salah satu topik yang populer di dunia maya setelah sexs dan IT. Motif apakaha yang terselubung di balik penulisan blog ini? Jujur aku lebih suka membaca artikel-artikel yang kontra pacaran sama sekali atau menulis tentang pacaran/cinta tanpa membawa embel-embel islam.</p>
<p>Ganyang nih blog&#8230;. (<em>loh koq malah tindakan provokatif</em>). Bagaimana menurut teman-teman tentang blog ini?</p>
<ol>
<li>Apakah blog ini ingin mencemar baikan perilaku kehidupan muslim?</li>
<li>Apakah blog ini  jangan-jangan  adalah antek-antek negara kebebasan barat sono?</li>
<li>Apakah blog  ini kelewat keblinger kebebasan berpikiran dan berperilaku?</li>
<li>Apakah blog ini adalah buatan orang-orang yang ingin menunjukkan kekuatan dukungan dari tidak disetujuinya perilaku berpacaran di lingkungan mereka?</li>
<li>Apakah blog ini ingin mencari popularitas untuk mendukung penulisan buku-buku selanjutnya? atau agar cepat dapet pengisi iklan?</li>
</ol>
<p>Well, bagaimana pendapat teman-teman semua?</p>
<p><em>Setuju atau tidak, ini adalah dunia maya, dimana kebebasan bisa sebebas-bebasnya kadang kelewat keblinger.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/weits-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Technosexual</title>
		<link>http://www.deniar.net/technosexual/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/technosexual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 09:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin baru kali ini mendengar kata-kata tersebut. Biasa juga kita dengar metrosexual. Era bergulir ke trend para pria mulai berpenampilan lebih rapi dan menarik. Mulai memperhatikan busana hingga style rambut. Tak cukup hanya handal di penampilan, seorang metrosexual juga harus cakap berkomunikasi. Inilah yang membuat pria lebih menarik dan komunikatif, metrosexual. Namun era kini nampaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin baru kali ini mendengar kata-kata tersebut. Biasa juga kita dengar metrosexual. Era bergulir ke trend para pria  mulai berpenampilan lebih rapi dan menarik. Mulai memperhatikan busana hingga style rambut. Tak cukup hanya handal di penampilan, seorang metrosexual juga harus cakap berkomunikasi. Inilah yang membuat pria lebih menarik dan komunikatif, metrosexual.</p>
<p>Namun era kini nampaknya mulai bergulir ke arah technosexual. Lantas apa itu techosexual? Technosexual adalah gaya hidup pria (bahkan juga wanita) yang identik dengan teknologi. Pria kini tak hanya dituntut berpenampilan rapi. Namun juga gak boleh gaptek n ndeso (bahasanya tukul).</p>
<p>Coba perhatikan di sekeliling kita, betapa tidak sekarang gaya pria bisa dilihat dari gadget yang dimiliki. Bahkan kita bisa menilai seorang itu bergaya atau tidak cukup dengan melihat model handphone yang dimiliki. Atau cukup dengan melihat blog/Friendster yang dimilikinya. Mau orang itu jalan kemana-mana pakai celana pendek dan kaos oblong, Cukup dengan handphone sudah ketahuan bagaimana orangnya.</p>
<p>Sekarang orang mulai melirik pria juga dari aktivitas dia di dunia online (SMS pun termasuk dikategorikan ini juga). Aktivitas dia mengikuti blog-blog sampai Situs-situs Social Networking seperti Friendster.</p>
<p>Mau tahu buktinya? Dulu berkenalan dengan orang, jarang sekali bertanya no telpon. Sekarang baru kenal 1 menit saja bahkan sudah tukar nomor handphone. Tak jarang pula sampai tukar alamat e-mail, dan tak lupa juga Friendster. Dan kini akhir dari perjumpaan perkenalan baru adalah &#8220;Jangan lupa invite gw di Friendster ya&#8221;, kalo gak &#8220;Ntar gw invite, jangan lupa di approve ya?&#8221;. Tak peduli bagaimana kamu dan seperti apa kamu duduk di depan komputer/laptop kamu. Yang penting adalah kamu terlihat menarik dan beda di monitor orang lain.</p>
<p>Ini ada beberapa ciri orang technosexual.</p>
<ol>
<li>Mempunyai banyak gadget. Semakin banyak dan berkelas gadget yang dimilikinya semakin merasa terlihat menarik dia. Semua diborong dari mulai handphone communicator atau PDA, MP3 Player sampai iPod, laptop dengan model trendi. Bahkan kini orang lebih melihat apa isi tas/kantongmu? Apa ada laptop, iPod, dan jenis handphone kamu apa?</li>
<li>Doyan banget SMS, chat, sampai e-mail. Gak terima SMS kurang dari 10 hari itu, berarti kurang pergaulan. Sehari aja gak buka INBOX email atau FS rasanya ada yang ketinggalan. Bahkan tak jarang juga sekarang mulai banyak terinstall aplikasi-aplikasi internet Messanger (chat) di gadget mereka. Bahkan tak jarang tipe-tipe technosexual lebih suka melakukan PDKTe dan flirting melalui media-media seperti email dan sms. Bahkan lebih jago flirting melalu message daripada di dunia nyata.</li>
<li>Punya Blog dan suka menulis keseharian di blog. Yah paling tidak punya Friendster lah. Popularitas bahkan lebih dinilai dari seberapa banyak orang yang mengunjungi blognya dan seberapa banyak orang yang kirim testi ke Friendsternya. Mau terlihat keren? buat dulu blog dan FS kamu terlihat keren.</li>
<li>Lebih keren jika semua bisa dilihatnya secara Online. Bahkan sekarang sudah malas lagi datang ke stadiun pertandingan bola, bagi mereka cukup melihat melalui streaming online ataupun portal olahraga yang update setiap detiknya. Hasil pertandingan cukup lihat secara online. Tak jarang mereka lebih komunikatif di dunia online daripada dunia nyata.</li>
<li>Bagi kalangan yang sudah benar-benar technosexual banget, mau belanja? Belanja Online donk. Keren banget ketika dia bisa beli barang-barang secara online. Bahkan bungkus-bungkus dari e-bay atau situs belanja disimpan dan dipajang. Setelah barang dibuka, testing, foto, kemudian umumkan di blog/Friendster. Pokoknya harus telhiat aku belanja di internet. Mau itu barang sengaja digantung-gantungin di depan rumah atau ditaruh di ruang tamu sampai di pajang di blog/Friendster.</li>
<li>Segala atribut mulai dari pakaian sampai stiker mobil harus mencerminkan teknologi. Dari kaos oblong cuman berlogo apel, sampai tulisan-tulisan seperti command prompt. Mau terlihat keren lagi? pasang alamat email dan blog di kaos kamu. Stiker mobil/motor cari yang bernuansa teknologi donk, mau apel, pinguin, atau apapun lah pokoknya yang mencerminkan teknologi. Kalau pasang stiker STT Telkom termasuk gak ya? kan kampus teknologi juga.</li>
<li>Obrolan di dunia nyata sekarang mulai beralih ke tentang seputar teknologi, dunia maya, dan gadget. Terus kapan ngobrolin dunia nyatanya? Ya kalo di dunia maya. Walah</li>
</ol>
<p>Sekarang gak cukup metrosexual saja, namun juga harus menjadi technosexual juga. Halah&#8230; halah&#8230; technosexual ternyata aku kerajingan juga. Ganti Handphone ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/technosexual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Aku? Kenapa?</title>
		<link>http://www.deniar.net/siapa-aku-kenapa/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/siapa-aku-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 22:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan hidup dan aktivitas sehari-hari, dalam kepenatan hidup dan segala problematika yang kita hadapi. Sejenak sering kita beristirahat untuk lebih menguatkan diri untuk melangkah lebih pasti ke depannya. Instrospeksi diri, pengaduan diri, pencurahan emosi dan pikiran, intinya adalah perenungan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan problematika hidup. Ketika menyelami diri dalam perenungan, akan berakhir pada sebuah pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam perjalanan hidup dan aktivitas sehari-hari, dalam kepenatan hidup dan segala problematika yang kita hadapi. Sejenak sering kita beristirahat untuk lebih menguatkan diri untuk melangkah lebih pasti ke depannya. Instrospeksi diri, pengaduan diri, pencurahan emosi dan pikiran, intinya adalah perenungan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan problematika hidup. Ketika menyelami diri dalam perenungan, akan berakhir pada sebuah pertanyaan yang paling mendasari semua ini &#8220;<em>Siapa Aku? Mau ke Mana Aku?</em>&#8220;.</p>
<p>Tidak perlu dibahasakan terlalu rumit, namun kita semua meyakini pertanyaan inilah yang sering kita temui dalam masa-masa perenungan kita. Dan terkadang semua ini bisa terjawab tanpa kata-kata. Melalui perenungan inilah bahasa ini terjawabkan. Namun bagaimana pun terkadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tetapi kita yakin bahwa ini terjawab.</p>
<p>Inilah sebuah pencarian dalam perenungan. Sebuah pencarian dalam sebuah perjalanan. Sebuah pencarian dalam <em>Inner Journey</em>.</p>
<p>Ya&#8230; pencarian ini tak akan pernah berakhir. Kapan berakhir? Ketika kita semua sudah di dalam kubur.</p>
<p>Aku tidak akan menjawabkan pertanyaan ini dalam konteks kata-kata. Temukanlah sendiri &#8216;pemaknaan hidup&#8217; ini dalam diri pembaca sekalian. Aku yakin ketika kita menyelaminya dengan seksama kita akan menemukan sebuah jawaban, dan aku yakin kita akan menemukan jawaban ini dalam &#8216;frekuensi (channel) yang sama&#8217;. Dan aku yakin kita sepakat dengan anggukan universal ini. Dan aku yakin inilah yang disebut dengan hidayah-Nya.</p>
<p>Maka nikmat yang tiada tara adalah nikmat Hidayah (Ihsan, Iman, dan Islam). Dan inilah yang akan membawa kita pada sebuah way of life. Untuk melangkah lebih pasti. Dan semua ini bermula dari &#8216;<em>Who I am&#8217; &amp; &#8216;Why</em>&#8216; dan kita akan terjawab pertanyaan berikutnya &#8216;<em>Mau ke Mana kita?</em>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/siapa-aku-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Paling Romantis Orang Marketing</title>
		<link>http://www.deniar.net/orang-paling-romantis-orang-marketing/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/orang-paling-romantis-orang-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 04:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Orang Paling Romantis adalah Orang Marketing, kenapa? Beberapa hari yang lalu mendapat sebuah ungkapan ttg arti &#8216;apa itu marketing&#8217; yang menarik dari seminar di Launching IMA (Indonesian Marketing Association) Student Chapter STT Telkom yang dibawakan oleh Ibu Popy (Sekjend IMA). Marketing adalah Sensing and Responding Marketing bukan hanya bagaimana menganalisis pasar, maupun hal2 lain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Paling Romantis adalah Orang Marketing, kenapa?</p>
<p>Beberapa hari yang lalu mendapat sebuah ungkapan ttg arti &#8216;apa itu marketing&#8217; yang menarik dari seminar di Launching IMA (Indonesian Marketing Association) Student Chapter STT Telkom yang dibawakan oleh Ibu Popy (Sekjend IMA). Marketing adalah <strong>Sensing and Responding</strong></p>
<p>Marketing bukan hanya bagaimana menganalisis pasar, maupun hal2 lain yang bersifat teoritis. Marketing lebih ke arah pengertian ttg &#8216;Hati&#8217;.</p>
<p>Marketing itu bukan sekedar menghitung, tetapi <strong>merasakan</strong>. Apa hubungannya dengan orang paling romantis? Jelas, seluruh wanita di dunia ini setuju lebih memilih pria dengan tampang pas-pasan tetapi bisa merasakan perasaan pasangannya, ketimbang pria ganteng dan gagah tapi gak bisa memahami perasaan pasangannya. Gak cuman sekedar itu, orang marketing juga dituntut melakukan <strong>respond</strong>. Orang Marketing menggabungkan nilai2 dalam IQ, EQ, bahkan SQ untuk melakukan Respond. Meliputi fisik, emosi, dan hati. Siapa sih yang gak kesengsem melihat pria berpenampilan baik, punya empati yang baik, serta sopan dan menjaga nilai2. Intinya kenapa romantis? Karena orang marketing ini adalah <strong>pemikat</strong>.</p>
<p>Memikat? Orang selling juga bisa memikat. Konsep selling adalah hanya sampai berhasil menjual barang ke customer. Namun marketing lebih luas daripada itu. Yang dikejar oleh orang marketing bukan hanya sampai pada tahap bagaimana menjual barang ke customer, namun meliputi hal2 service n respond, men-drive value, menciptakan suasana dan persepsi yang menyenangkan kepada customer, bahkan yang lebih dikejar dari seorang marketer adalah bagaimana menciptakan customer yang <strong>loyal</strong>, bahkan lebih dari sekedar jumlah barang yang terdistribusi. Menciptakan customer yang loyal adalah sampai pada bila customer itu berada pada pilihan, dia akan loyal kepada brand yang diciptakan. Bahkan customer yang loyal adalah customer yang dapat membela brand, dan mengatakan pada dunia bahwa brand tersebut-lah yang terbaik. Loyalitas adalah kata kunci yang diincar dari seorang marketer, loyalitas adalah nyawa mereka. Siapa sih cewek yang gak kesengsem ama cowok yang setia? Lebih milih kesetiaan daripada sekedar tampang.</p>
<p>Jadi pria paling romantis adalah orang marketing. Ha ha ha sekedar menghibur diri, namun ini benar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/orang-paling-romantis-orang-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

