<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deniar's Blog &#187; daily</title>
	<atom:link href="http://www.deniar.net/tag/daily/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.deniar.net</link>
	<description>Just Personal Blog of Deniar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 14:35:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Interview Day: Kamu Engineer atau Marketer?</title>
		<link>http://www.deniar.net/interview-day-kamu-engineer-atau-marketer/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/interview-day-kamu-engineer-atau-marketer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 01:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/02/04/interview-day-kamu-engineer-atau-marketer/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kejadian lucu yang baru aja aku alami kemaren, tentang proses interview ku dengan Talent Source. Aku sebenarnya engineer atau Marketer/Orang Selling? Begini kronologisnya The Story Kemaren, Senin 4 Februari 2008 pukul 08.30 tiba-tiba ada panggilan interview Talent Source untuk program trainee calon karyawan yang bakal disalurkan ke Smart dan Mobile-8. Dan yang bikin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/02/interview1.jpg" alt="interview1.jpg" /></p>
<p>Ada sebuah kejadian lucu yang baru aja aku alami kemaren, tentang proses interview ku dengan Talent Source. Aku sebenarnya engineer atau Marketer/Orang Selling?  Begini kronologisnya</p>
<h2>The Story</h2>
<hr />Kemaren, Senin 4 Februari 2008 pukul 08.30 tiba-tiba ada panggilan interview <a href="http://www.bandungtalentsource.com/" target="_blank">Talent Source</a> untuk program trainee calon karyawan yang bakal disalurkan ke Smart dan Mobile-8. Dan yang bikin kaget adalah, iterview diadakan pukul 09.00. Langsung bergegas pulang ke kost gak pake acara mandi cuman cuci muka dan sikat gigi plus ganti baju formal. Langsung ngebut dan berlari. Untung sampai tempatnya masih preview dan pengarahan untuk program test berikutnya. Kukira yang bakal masuk di ruangan ini ada banyak orang, tetapi kenapa cuman 9 orang dari sekian banyak peserta yang mendaftarkan diri. Ah sudahlah, mungkin saja aku beruntung kali ini.Setelah preview selesai,  langsung para peserta keluar ruangan untuk dipanggil wawancara satu per satu. Satu per satu peserta pun masuk. Dan satu persatu pun keluar dengan ekspresi yang berbeda-beda kayak habis audisi American Idol. Ternyata tiba giliranku, yaitu giliran terakhir.<span id="more-220"></span></p>
<p>Di situ ada 3 pewawancara dan aku kebagian yang wanita (ibu siapa ya namanya&#8230; aduh waktu ngetik ini lupa&#8230;). Sebelumnya aku sudah sering mendengar cerita-cerita orang tentang bagaimana trik pada saat interview dan kali ini aku coba untuk praktekkan. Mulai dari cara buka pintu, cara melongok ke dalam, dan senyum pertama dari jauh, sampe cara berjalan masuk tak lupa. Yang ini sudah cukup biasa aku lakukan. Pokoknya segala trik bertemu dengan orang baru deh.</p>
<p>Dalam ruangan itu ada peserta laen yang sedang diwawancara pula, namun dialog mereka terasa hening layaknya Polisi sedang menginterogasi tersangka. Aku mulai dengan menyalami si Ibu, kemudian tersenyum menanyakan apa kabar. Dengan senyumnya yang lebar itu pula si Ibu membalas dan menyuruh ku duduk.</p>
<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/02/interview4.JPG" alt="interview4.JPG" height="388" width="477" /></p>
<p>Kemudian aku disuruh bercerita tentang diriku. Aku tahu aku tidak boleh standart menceritakan tentang aku.  Aku tidak menyebutkan secara standar tentang aku. Bukan &#8220;<em>Ya&#8230; nama lengkap saya&#8230;. tanggal lahir saya&#8230; nomor induk saya&#8230;. jurusan saya&#8230;.</em>&#8220;, tetapi aku cerita &#8220;<em>Saya anak pertama dari empat bersaudara, kalau kata Personality Plus saya adalah koleris melankolis, tetapi versi berbeda dari 12 tangram kepribadian mengatakan kalau saya adalah seorang Advanturer. Di kala senggang saya&#8230; selain kuliah saya juga menghabiskan waktu dengan aktivitas seperti&#8230;.</em>&#8221; yah pokoknya cerita panjang lebar lah.</p>
<p>Sampai pada akhirnya bertanya tentang pekerjaan impian, sampai dengan mengapa saya kuliah di IT Telkom dengan jurusan S1-Informatika. Sampai tentang aktivitas saya di luar kampus yang seabrek. Sampai pada akhirnya kami bisa ngobrol dengan akrab, bahkan percakapan tidak terjadi dengan satu arah, melainkan dua arah. Saya menanyakan tentang putrinya yang kebetulan sedang dibawa, tentang beliau lulusan mana, asal dari mana, dan sebagainya&#8230; sampai ngobrol bahasa <em>jowotimuran</em>. Kami tertawa ngakak dalam wawancara itu.</p>
<p>Sampai pada akhirnya beliau berkata, &#8220;<em>Hmmm&#8230;. Mas Deniar&#8230; saya ada sesuatu, but saya tidak bermaksud tidak menyukai Anda.  Tapi sepertinya Anda lebih cocok untuk menjadi orang Selling atau Marketing daripada seorang Engineer yang kerjaannya seharian duduk dan berkomunikasi dengan mesin/komputer, bukan dengan orang-orang di sekitar Anda. Dan sebagai seorang fresh graduate Anda memiliki talenta yang bisa dibilang sangat bagus untuk mengarah ke sana. Jadi Anda serius ingin menjadi Engineer?</em>&#8220;.</p>
<p>Wow pertanyaan yang cukup berat, aku suka berdiskusi dan beranalisis. Namun aku juga manusia yang haus untuk berkreasi baru dan berkomunikasi dengan orang baru. &#8220;<em>Oooww&#8230; begitu ya Bu</em>&#8220;. Kemudian Beliau melanjutkan, &#8220;A<em>nda seharusnya memang lebih cocok dengan pekerjaan selling, PR, atau yang banyak bertemu dengan orang baru. Coba deh Mas juga apply ke job-job seperti itu</em>&#8220;.</p>
<p>Memang ada keinginan yang sangat mendalam untuk mengarah ke sana. Tetapi gimana donk&#8230; kalo daftar job yang pertama kali bertatap muka dengan perusahaan kan bukan muka ku, melainkan adalah CV dan ijazah. Memang bisa liat mukaku lewat foto, tapi apakah bisa menunjukkan kalau aku puya potensi ke arah sana dari foto saja. Takut-takut karena aku dibilang mirip Delon (holohh&#8230;.) atau Irsan Indonesian Idol, ntar dikiranya aku nyasar, ntar dibilang &#8220;<em>Mas di sini bukan audisi Indonesian Idol</em>&#8220;.</p>
<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/02/interview2.jpg" alt="interview2.jpg" height="332" width="433" /></p>
<p>Akhirnya diskusi kami berlanjut ke arah menjadi seorang Marketer orang Selling. Di akhir dia menambahkan kata-kata yang membuatku cukup berbunga-bunga, &#8220;<em>Dari Mas masuk, dari kegiatan mas menunggu di luar sambil mengajak berbincang semua orang, cara berjalan masuk ke ruangan ini, percakapan Mas yang bisa buat diri Mas dan pewawancara merasa comfort, cara menyapa, mejawab pertanyaan. Saya juga melihat dari aktivitas mas yang seabrek penuh dengan hal-hal baru dan mengharuskan Mas bertemu dengan orang-orang baru. Saya gak meragukan lagi potensi diri Mas.  Malah saya sangat sayang, kalau Mas jadi engineer. Kalau di sini ada marketing, saya langsung memasukkan Mas</em>&#8220;.</p>
<p>&#8220;<em>Owww gitu ya Bu, yah.. Marjuki kacang tanah deh bu&#8230;..</em>&#8220;,</p>
<p>&#8220;<em>Apa itu?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Kalo rejeki gak kemanah&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Ho ho ho&#8230;</em>&#8221; kami berdua tertawa bersama. Haduh pengalaman interview yang membuatku geli. Sering kali ngobrol dengan orang-orang yang pada bingung gimana menghadapi interview, sampai ada yang bingung mengatasi gugup berbicara dengan orang. Secara teman-temanku adalah anak-anak teknik, dan anak-anak yang berkecimpung di dunia IT. Bahkan mereka lebih sering bercakap dengan komputer/mesin daripada bercakap dengan orang. Yah mungkin meminjam istilah orang dengan kata &#8216;skeptis&#8217; dan rada &#8216;authis&#8217;. Yah begitulah kebanyakan dari kami para engineer.</p>
<p>Kayaknya kalau mau daftar lagi yang seperti itu, aku harusnya rada ngerem dan rada berpura-pura &#8216;skeptis&#8217; dan &#8216;authis&#8217; ya. Di saat yang lain bingung gimana cara membuat diri nyaman dan bisa menjawab pertanyaan di wawancara. Aku bingung gimana caranya ngerem diriku ini yang bisa jadi terlalu over untuk wawancara kelas engineer.</p>
<p>Aku pulang wawancara dengan tersenyum-senyum geli setengah menyesal. Di satu sisi ketawa, di satu sisi menyesal. Yah, Marjuki kacang tanah. Kalo rejeki gak ke mana.</p>
<h2>Extended &#8211; The Tips</h2>
<hr /><img src="http://www.deniar.net/wp-content/uploads/2008/02/interview3.jpg" alt="interview3.jpg" /><br />
Kalo bingung menghadapi interview, berikut adalah beberapa tips dari aku yang mungkin bisa membantu:</p>
<ol>
<li>Untuk pakaian gunakan pakaian yang sesuai dengan Anda, tetapi tidak usah terlalu dipaksakan. Misalkan berlagak sok menjadi pria/wanita karier tetapi justru bikin gak comfort. Pilih juga yang bagus, menarik, dan yang penting adalah Anda comfort. Sebagi saran juga pilih atasan berwarna cerah. Terutama untuk orang-orang yang sering begadang malam berkomputer atau ngeblog ria, agar pada saat bangun pagi muka tersamar pakaian terlihat segar.</li>
<li>Latih cara berjalan cepat dan pasti. Tidak usah terlalu cepat namun langkah Anda pasti, dan terasa pada saat melangkah Anda adalah orang yang optimis dan punya tujuan/arah. Berjalanlah seolah-olah Anda di atas panggung, dan ribuan mata sedang mengamati Anda. Belajarlah dari Indonesian Idol/ Mamamia.</li>
<li>Senyum, ini pasti. Senyum yang bagus adalah senyum yang simetris 2 cm kiri dan 2 cm kanan, atau aku bilang senyum ala ESQ. Dan sesekali untuk merespon cerita orang, senyum nya diperlebar dengan sedikit membuka mulut sekitar 2 jari. Seolah kamu terkesima dengan cerita dan responnya. Pada saat teresenyum tersebut latih juga alis kamu dengan sedikit terangkat. Coba bercermin seolah Anda terkesima dan sedikti terkejut.</li>
<li>Salamilah orang di depan Anda, jabatan tangan mantap dan pasti. Untuk ke wanita jangan terlalu keras, nanti kesannya mengintimidasi. Pertahankan salam (jabat tangan) Anda sekitar 2-3 detik, kalau Anda rasa dia memiliki power atau kharisma yang besar, gunakan sedikit menaik dan turunkan tangan secara lembut dan mantap agar power/kharisma Anda meningkat juga di depan dia (secara psikologis), setidaknya seimbang. Karena pewawancara biasanya sangat sering menghadapi orang dan dia pasti memiliki kharisma yang lebih. Perhatikan juga tatapan mata kamu, tatap mata lawan Anda, dan pastikan Anda seolah sedang menyelami pribadi lawan Anda. Sambil tanyakan apa kabar, atau perkenalkan diri Anda, dan jangan lupa pula tanyakan nama lawan Anda. Jangan pernah melepas terlebih dahulu, setidaknya sampai dia menyebutkan nama atau mempersilahkan duduk.</li>
<li>Duduklah dengan santai, tidak tertutup dan badang condong ke depan. Pada saat berbicara setidaknya tataplah mata pewawancara sekitar 2/3 dari total percakapan. Buat tatapan Anda terlihat menarik di depan dia. Bayangkan seolah seperti Anda sedang menatap seoarang artis. Anggap lawan bicara Anda adalah seorang Artis seperti Nia Ramadhani atau VJ Rianti. Sesekali sedikit menganggukan kepala ketika dia bercerita, seolah kami mengiyakan dan seperti berkata &#8220;Ooo&#8230; benar juga ya&#8221;.</li>
<li>Pembicaraan jangan sampai kaku, buat diri Anda juga bisa mengekspresikan diri, tetapi jangan terlalu over seperti yang terjadi di American Idol. Berkespresi diri namun cukup polite dan terkontrol. Ini akan membuat diri anda comfort. Dan jangan lupa untuk kadang kala berdiskusi dua arah, sehingga pewawancara juga merasa comfort dan senang dengan Anda.</li>
</ol>
<p>Yah mungkin sedikit dulu tips dari aku, semoga bisa bermanfaat. Mungkin masih banyak tips lain yang bisa Anda pelajari di sumber-sumber lain. Dan yang paling penting adalah mengasah mental Anda untukbisa bercakap-cakap dengan orang baru. Seringlah berlatih untuk bercakap dengan orang baru, dan Anda akan menemukan cara-cara di atas secara natural. Yang penting adalah sering berkomunikasi (jangan dengan mesin/komputer doank) dan cari kegiatan yang mengharuskan Anda bertemu dengan orang baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/interview-day-kamu-engineer-atau-marketer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My English Day</title>
		<link>http://www.deniar.net/my-english-day/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/my-english-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 00:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2008/01/24/my-english-day/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara untuk memperkaya pengetahuan dan budaya adalah dengan belajar bahasa. Seseorang dikatakan berkharisma karena dapat bertutur, bersikap, dan berbahasa dengan baik. Syukur-syukur bisa menguasai banyak bahasa. Orang yang pintar namun tak mampu berbahasa dengan baik atau orang pintar namun berbahasa terlalu tinggi (tidak dapat masuk ke orang lain) sama saja. Jadi bahasa adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu cara untuk memperkaya pengetahuan dan budaya adalah dengan belajar bahasa. Seseorang dikatakan berkharisma karena dapat bertutur, bersikap, dan berbahasa dengan baik. Syukur-syukur bisa menguasai banyak bahasa. Orang yang pintar namun tak mampu berbahasa dengan baik atau orang pintar namun berbahasa terlalu tinggi (tidak dapat masuk ke orang lain) sama saja. Jadi bahasa adalah jembatan berkomunikasi dan jembatan untuk belajar banyak hal yang baru.</p>
<p>Tanpa bermaksud sombong aku bisa lebih dari 6 bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa (bahasa pergaulan), bahasa Inggris (sedikit), bahasa Pascal, bahasa C/C++, bahasa Java, bahasa C#, bahasa PHP, bahasa ASP, bahasa JavaScript, bahasa SQL. Nah loh lah koq malah banyak bahasa programmingnya &#8211;<i>Yah beginilah orang yang banyak berinteraksi dengan komputer, dengan bahasa2 itulah aku dapat bercakap dengan mereka (oh kasihannya diriku)</i>. He he he&#8230;</p>
<p>Umur sudah bertambah tua, tak terasa waktu kelulusan semakin dekat &#8211;<i>dengan skripsi yang tak kunjung selesai juga</i>. Semakin tua tapi bahasa inggrisku juga masih segitu-segitu aja. Apalagi di IT Telkom (dulu STT Telkom) salah satu syarat kelulusan adalah menggunakan TOEFL.</p>
<p>Akhirnya kuputuskan untuk membuat program English Day. Jadi satu hari berbahasa Inggris dalam percakapan. Walau dengan modal bahasa Inggris yang belepotan dan berceceran (waduh istilahnya) &#8212; <i>Setidaknya cukup untuk modal nonton Heroes dan Avatar</i>. Hari Jumat adalah My English Day bersama anak-anak kostan.</p>
<p>Pernah nyoba satu hari English Day sama neng Gita, awalnya aneh dan canggung. Sampai pas kita makan bareng kita ngobrolnya masih pake bahasa inggris, sampe ngegosip pun pake bahasa inggris. Aku tahu sekitarku pada ngedengerin dengan raut2 muka sedikit berkerut dan aneh (mereka). Mungkin mereka aneh mendengarkan kami &#8211;<i>Semoga bukan aneh karena mendengar bahas inggrisku yang belepotan</i>. Namun bagaimanapun setidaknya biar aku terbiasa percakapan sehari-hari menggunakan bahasa inggris. Ntar kalau sudah terkenal malu gak bisa berbahasa Inggris.</p>
<p>Lambat namun pasti dan sering, Semoga bisa meningkatkan kemampuan <i>daily conversation</i>-ku. Bagaimana dengan kalian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/my-english-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah baruku deniar.net</title>
		<link>http://www.deniar.net/rumah-baruku-deniarnet/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/rumah-baruku-deniarnet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 13:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/2007/12/22/rumah-baruku-deniarnet/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya rampung juga pindahanku ke rumah yang baru dari rumah lama. Dan secara resmi sekarang deniar.net ini aku buka. Seharusnya ada tumpenan, syukuran, pesta penyambutan dan tetek bengek. Berhubung dana udah habis buat beli domain jadi mohon maaf. Kukirim saja nasi kuning ke blog masing-masing yah. Awalnya udah lama pengen punya hosting dan domain sendiri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.deniar.net/wp-content/deniarnet.jpg"/>
</p>
<p>Akhirnya rampung juga pindahanku ke <a http="http://deniar.net">rumah yang baru</a> dari <a href="http://deniar.ueuo.com">rumah lama</a>. Dan secara resmi sekarang <b>deniar.net</b> ini aku buka. Seharusnya ada tumpenan, syukuran, pesta penyambutan dan tetek bengek. Berhubung dana udah habis buat beli domain jadi mohon maaf. Kukirim saja nasi kuning ke blog masing-masing yah.
</p>
<p>Awalnya udah lama pengen punya hosting dan domain sendiri, namun entah kenapa selalu gak jadi. Setelah insiden diusirnya secara perlahan dari <b>ueuo.com</b>. Blog ku entah kenapa gak mau diakses beberapa hari, kemudian setelah itu gak bisa melakukan query yang berat. Secara wordpress ini querynya rada berat juga (boros query) jadi (baca: mungkin) dianggep sesuatu yang mengganggu server mereka. Padahal masuk ke admin berhasil dan bisa melakukan aktivitas admin di situ. Menjengkelkan memang. Akhirnya kuputuskanlah pindah rumah</p>
<p>Pikir-pikir kapan pindah rumah? Duit udah abis akhir tahun. Berencana akhir Januari setelah gajian asisten. Eh tiba-tiba dateng rejeki, uang proyek Visualisasi Pembangunan Fisik Kota Tangerang turun separuh. Alhamdulillah langsung kuburu domain dan hosting.
</p>
<p>Hosting kuputuskan <a href="http://www.000webhost.com/?id=14205">di sini</a> dan domain kuputuskan di tempat yang kupercaya <a href="www.webiihost.com">webiihost</a>. Malem itu transfer dan daftar, keesokan harinya jam 9 pagi dapet email domain telah aktif. Bener-bener pelayanan yang memuaskan dari <b>webiihost</b>. Dulu pernah hosting di situ juga, dan puas dengan pelayanannya.
</p>
<p>Untuk template kuputuskan diganti juga, rumah baru harus dengan suasana baru donk. Template aku pakai delictio, kudapat dari review yang diulas oleh Smashing Magazine. Dengan sedikit permak sana sini, kubuat delictio versi aku sendiri. Awalnya sempet error sana-sini tapi sekarang udah baikan, karena kudu penyesuaian dengan plugins yang aku pakai.</p>
<p>So selamat menikmati rumah baruku ini, dengan tampilan yang lebih segar. Jangan lupa ganti juga alamat ku di blogroll kamu dan RSS yang kamu makan.</p>
<p><a href="http://www.deniar.net/feed/">RSS ambil di sini</a></p>
<p>Nextplan: buat blog untuk &#8216;neng Gita&#8217;, kira-kira pakai nama domain apa ya? Ada usul?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/rumah-baruku-deniarnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan pindah rumah</title>
		<link>http://www.deniar.net/persiapan-pindah-rumah/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/persiapan-pindah-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 07:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Aku punya target pokoknya awal Januari 2007 udah harus pindah rumah. Pokoknya harus udah punya domain dan hosting sendiri (Maksud aku gak numpang di ueuo.com lagi). Terima kasih banyak kepad ueuo.com yang udah dengan baik hati memberikanku tumpangan blog gratis selama ini. Dari sekian blogger yang numpang hanya aku yang bisa bertahan. Beberapa yang collapse, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku punya target pokoknya awal Januari 2007 udah harus pindah rumah. Pokoknya harus udah punya domain dan hosting sendiri (Maksud aku gak numpang di <em>ueuo.com</em> lagi).  Terima kasih banyak kepad ueuo.com yang udah dengan baik hati memberikanku tumpangan blog gratis selama ini.</p>
<p>Dari sekian blogger yang numpang hanya aku yang bisa bertahan. Beberapa yang collapse, entah karena males nulis lagi (<a href="http://www.lazydayz.co.nr/" title="Arya's blog" target="_blank">lazyday</a>) sampe ada yang tidak lolos uji saring banner (<a href="http://helmi.stematel.net/" title="Helmi" target="_blank">Helmi</a>). Sempat juga buat proyek blog ttg pemrograman (belajarpemrograman.ueuo.com) namun sampe sekarang ini belum sempat terlaksana.</p>
<p>Thanks juga buat <a href="http://deniar.blogspot.com" title="Jangan masuk, makan BW abis, sungguh...." target="_blank">rumah-blog pertamaku</a>, blog2 pendampingku (<a href="http://ilovebandung.wordpress.com" title="i Love Bandung" target="_blank">iLoveBandung</a>, <a href="http://greatwaytosell.wordpress.com" title="Tentang Marketing" target="_blank">GreatWayToSell</a>). Serta <a href="http://www.kembaran.co.nr" title="Bob Thanks" target="_blank">kembaran.co.nr</a> yang senantiasa membantu publish artikel2ku, temen-temen yang udah setia mencomot RSS dari blogku. Hiks3&#8230; koq jadi sedih begini ya?</p>
<p>Weits&#8230; tapi jangan pada kabur dulu, aku belum pindah koq. Paling gak bertahan 1-2 bulan sambil nunggu persiapan teknis mulai dari pesen domain ampe hosting.</p>
<p>Tapi ntar kalo udah pindah siap2 pindahin link2 di blogroll kamu sampe RSS yg kamu makan setiap hari OK?</p>
<p>Tips: <a href="http://wp.mimpikami.com/migrasi-wordpress-ke-server-yg-berbeda/" title="Migrasi WordPress" target="_blank">Persiapan Pindah ke Server Lain</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/persiapan-pindah-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama kamu dalam nama Jepang</title>
		<link>http://www.deniar.net/nama-kamu-dalam-nama-jepang-2/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/nama-kamu-dalam-nama-jepang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 02:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalkan nama baru saya adalah &#8216;Akihisa Ienari&#8216;. Ha ha ha nama ini baru saja aku dapetin dari Original Japanese Name Generator setelah baca-baca di sini. Pengen juga ngeliat nama kamu dalam nama Jepang gimana? bisa liat di sini. Selain itu juga coba-coba masukin nama orang-orang laen, coba liat siapa tahu nama kamu ada neng Gita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenalkan nama baru saya adalah &#8216;<strong>Akihisa Ienari</strong>&#8216;. Ha ha ha nama ini baru saja aku dapetin dari <a href="http://www.rumandmonkey.com/widgets/toys/namegen/721/" title="Name Generator by Shu" target="_blank">Original Japanese Name Generator</a> setelah <a href="http://benbego.wordpress.com/2007/10/29/japanese-name-generator/" title="Ben Bego" target="_blank">baca-baca di sini</a>. Pengen juga ngeliat nama kamu dalam nama Jepang gimana? bisa liat <a href="http://www.rumandmonkey.com/widgets/toys/namegen/721/" title="Name Generator by Shu" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Selain itu juga coba-coba masukin nama orang-orang laen, coba liat siapa tahu nama kamu ada</p>
<blockquote><p>neng Gita = <strong>Kita Genda</strong><br />
Fauzan Azmi = <strong>Atsutane Imaizumi</strong><br />
Bayu Rimba = <strong>Bunrakuken Arishima</strong><br />
Adhame Soemantri = <strong>Sadaharu Ishinomori</strong><br />
Ahmad Aryandi = <strong>Akihisa Katayanagi</strong><br />
Nurmaya Widuri = <strong>Maya Mitsukuri</strong><br />
Ali Murtado = <strong>Akahito Muraoka</strong></p></blockquote>
<p><span id="more-153"></span>Ini ada beberapa tambahan nama</p>
<blockquote><p>Fany Amalia = <strong>Akane Yamaguchiya</strong><br />
Aji Nugroho = <strong>Hajime Kurohiko</strong><br />
Ali Hanifa = <strong>Akahito Chikanatsu</strong><br />
Bobby Nugraha = <strong>Nobuyoki Kinugasa<br />
</strong>Helmi Fajar= <strong>Hidemichi Fujiwara</strong><br />
Zakaria Ritonga= <strong>Akinari Tomonaga</strong></p>
<p>ini nama-nama adeku<br />
Rahma Safrinda = <strong>Chikuma Arakida</strong><br />
Rahma Teta = <strong>Chikuma Hotta</strong><br />
Rahma Athifah = <strong>Chikuma Katsushika</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/nama-kamu-dalam-nama-jepang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>116</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakai Microsoft One Note untuk Jurnal Pribadi Skripsi</title>
		<link>http://www.deniar.net/pakai-microsoft-one-note-untuk-jurnal-pribadi-skripsi/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/pakai-microsoft-one-note-untuk-jurnal-pribadi-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 20:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa hari bulan ini aku mengerjakan skripsi. Karena sibuk juga dengan kegiatan praktikum di lab dan ekstra kampus juga, jadi mengerjakannya putus nyambung. Malam ini sedang konsen-konsennya mengerjakan Skripsi, searching (browsing) sana sini. Masuk ke forum satu ke forum laennya. Utak-atik program lagi, namun sama aja ketika mau memulai mengerjakan lagi masih mengulang kesalahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa <strike>hari</strike> bulan ini aku mengerjakan skripsi. Karena sibuk juga dengan kegiatan praktikum di lab dan ekstra kampus juga, jadi mengerjakannya putus nyambung.</p>
<p>Malam ini sedang konsen-konsennya mengerjakan Skripsi, searching (browsing) sana sini. Masuk ke forum satu ke forum laennya. Utak-atik program lagi, namun sama aja ketika mau memulai mengerjakan lagi masih mengulang kesalahan yang sama. Seperti lupa cara setting IIS dan webservices, dan laen2. Meninggalkan pertanyaan di forum-forum tapi lupa dikunjungi lagi. Malah lupa websitenya dimana.</p>
<p>Setelah itu aku sadar kalau aku tidak pernah mencatat, semua ini aku andalkan di otakku saja. Sedangkan pikiran juga cabang ke praktikum, kuliah, ekstra kampus, dan masalah-masalah intern. Akhrinya tersadar juga untuk membuat jurnal pribadi tentang skripsi, gunanya untuk mencatat apa yang telah dilakukan dan apa yang belum. Biar bisa lebih terukur.</p>
<p><a href="http://www.divshare.com/download/2219501-e64"><img src="http://www.divshare.com/img/2219501-e64.jpg" border="0" /></a></p>
<p>Mau pakai blog, susah amat, belum kalo koneksi lambat. Curahan otak ini jadi terhambat pula nantinya. Inget seorang temen (yang sempet kehilangan laptopnya) selalu mencatat segala sesuatu di Microsoft One Note.</p>
<p>Apa itu? selama ini pakai Office paling cuman Word, Excell, Access (jarang), dan Visio. Coba-coba utak-atik One Note, eh ternyata asyik juga. Bisa juga dijadiin Jurnal untuk mencatat informasi2 penting di skripsiku.</p>
<p>Lumayan setidaknya bisa menampung curahan otak yang sering lupa ini. Semoga yang lain bisa berbagi juga tentang menggunakan Microsoft One Note ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/pakai-microsoft-one-note-untuk-jurnal-pribadi-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Coret</title>
		<link>http://www.deniar.net/es-coret/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/es-coret/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 19:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Es Coret, ada yang pernah makan? Waktu itu pulang dari pengajian FOSMA di Unpad Dipati Ukur aku ditraktir ama adek kelas makan es coret. Sejak siang sudah digemborkan bakal ditraktir es coret. Es Coret seperti apa itu? Mungkin kita rada janggal pertama kali denger nama &#8216;es coret&#8217;. Sama halnya ketika aku pertama kali ke Bandung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i59.photobucket.com/albums/g281/photo_deniar/blog/IMG_8337.jpg" style="width: 226px; height: 150px" align="middle" height="150" width="226" /></p>
<p><img src="http://i59.photobucket.com/albums/g281/photo_deniar/blog/IMG_8336.jpg" style="width: 225px; height: 149px" align="middle" /></p>
<p>Es Coret, ada yang pernah makan? Waktu itu pulang dari pengajian FOSMA di Unpad Dipati Ukur aku ditraktir ama adek kelas makan es coret. Sejak siang sudah digemborkan bakal ditraktir es coret. Es Coret seperti apa itu?<br />
<span id="more-119"></span> Mungkin kita rada janggal pertama kali denger nama &#8216;es coret&#8217;. Sama halnya ketika aku pertama kali ke Bandung, mendengar es Oyen ataupun es Doger. Kali ini es Coret. Lumayan bisa menambah katalog kuliner ku.</p>
<p>Katanya ada banyak di Bandung. Tapi koq aku tidak pernah melihat (memperhatikan) ya? &#8220;Banyak koq ada dimana-mana&#8221; sahutnya.</p>
<p>Pulang itu aku memang udah capek banget. Aku sengaja melelapkan diri di dalam mobil. Kebetulan waktu itu ada &#8216;tamu&#8217; dari Malaysia juga. Tiba-tiba mobil berhenti di daerah Laswi, dan aku pun terbangun. &#8220;Ayo kita turun makan es coret&#8221; sahut temanku ini. Dengan wajah bingung baru bangun dan kecapekan, aku akhirnya turun dari mobil. Namun aku ngerasa rada janggal. Koq daerahnya sepi? Aku ikut aja. Kemudian kami berjalan beberapa langkah menjauhi mobil, sampai di suatu pinggiran. Mereka pun berhenti.</p>
<p>&#8220;Nah ini dia es Coretnya&#8221;</p>
<p>Kalo kalian membayangkan segarnya es coret seperti gambar di atas, itu adalah <span style="font-weight: bold">salah besar</span>. Gak ada nyentuh-nyentuhny sedikitpun dari gambar di atas. Mereka menunjuk pada sebuah papan rambu. Ternyata &#8216;es coret&#8217; itu adalah palang rambu2 lalu lintas &#8216;dilarang berhenti&#8217;. Dengan wajah terdiam penuh tertipu, aku lemas berdiri. Inikah es coret itu? Sial. Kurang ajar mereka mengerjaiku.</p>
<p>Kami pun tertawa ngakak melihat diri kami tertipu. Akhirnya di mobil aku berpikir, &#8216;aku akan traktir es coret&#8217; ini ke temen-temen pengajian Bandung Selatan.</p>
<p>Akhirnya berhasil juga aku ajak temen-temen pengajian Bandung Selatan untuk &#8216;makan es coret&#8217;. Malah ada yang pake acara dandan n bawa mobil segala cuman buat makan es coret. Kami traktir mereka makan es coret di Jalan Pelajar Pejuang. Dan dengan wajah terdiam tertipu mereka ketawa. &#8220;Hah beginian doank malem-malem? Udah gitu pake acara dandan pula&#8221;. Kami pun tertawa terbahak-bahak. Ada Dika, Pipit, Azhar, Gaw, Mey, Endah, Mona, sampe Gita. Dasar Es Coret.</p>
<p>Ini dia es coretnya</p>
<p><img src="http://i59.photobucket.com/albums/g281/photo_deniar/blog/escoret.jpg" height="237" width="237" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/es-coret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Naek Busway</title>
		<link>http://www.deniar.net/pengalaman-naek-busway/</link>
		<comments>http://www.deniar.net/pengalaman-naek-busway/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 02:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deniar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[busway]]></category>
		<category><![CDATA[daily]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.deniar.net/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Wong Ndeso, inilah pengalaman pertama ku naek busway. Busway sudah berdiri sejak kapan, akunya baru naik sekarang. Berawal dari keisengan di Jakarta pulang dari bandara ngejemput teman. Di perjalanan, kebetulan lewat daerah Semanggi dan sempet makan di Hilton. Pada saat itu ngeliat busway. Dasar karena gak ada kerjaan lagi, akhirnya menyeletukkan ide &#8220;Gimana kalo kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wong Ndeso, inilah pengalaman pertama ku naek busway. Busway sudah berdiri sejak kapan, akunya baru naik sekarang.</p>
<p><a href="http://www.divshare.com/download/1374690-552"><img src="http://www.divshare.com/img/midsize/1374690-552.jpg" border="0" /></a></p>
<p>Berawal dari keisengan di Jakarta pulang dari bandara ngejemput teman. Di perjalanan, kebetulan lewat daerah Semanggi dan sempet makan di Hilton. Pada saat itu ngeliat busway. Dasar karena gak ada kerjaan lagi, akhirnya menyeletukkan ide &#8220;Gimana kalo kita parkir mobil di suatu tempat, terus kita muter-muter naek busway?&#8221;. Yah begitulah, akhirnya parkir di dekat monas (Indosat) kemudia naek busway ke Blok M.</p>
<p>Cukup unik, pertama kali mau masuk ke stasiun busway aku langsung masuk aja. Kemudian ditanyai ama petugas &#8220;Udah beli tiket mas?&#8221;. Jadi malu, ketahuan belum pernah naek busway.</p>
<p>Benar-benar kendaraan umum kota yang nyaman, walaupun padat tapi tidak berdesak-desakan seperti angkutan umum (bis, metro mini, n kopaja) laennya. Udah gitu cukup bersih dan ber-AC. Kapan ya semua kendaraan umum di Indonesia bisa seperti ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.deniar.net/pengalaman-naek-busway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

