RSS

Public Speaking sebagai terapi

Sat, Jul 28, 2007

Others

Susah ngomong, punya kesulitan dalam menjelaskan (presentasi), bahkan gagap? Banyak orang mengalami hambatan pada hal tersebut. Namun solusinya adalah menceburkan diri dalam Public Speaking. Publik Speaking sebagai terapi.

Memang tidak dijelaskan secara medis buktinya, namun ini ternyata sangat manjur buat diri aku. Banyak masalah, mulai dari susah menyampaikan ide, tidak sinkron atau susah mengatur antara yang ada di benak menjadi kata-kata, sering gagap (terbata-bata), yang jelas juga adalah banyak blankspot dalam berbicara, bahkan berbicara kepada teman sendiri.

Kisah ini mulai dari pertama kali ketika masih berdiri di kampusmaya.com. Salah satu temen pendiri juga (tidak perlu disebutkan kalau namanya Almer Fazhri) mengajak ke pelatihan public speaking Andri Maadsa. Fantastis! selama beberapa jam aku dilatih, tidak disangka kalau aku menjadi “Best Public Speaker” pada hari itu (bersama Mbak Ega waktu itu). Tidak kusangka, padahal kukira aku termasuk orang yang sama sekali tidak ahli dalam Public Speaking. Suatu potensi yang tidak pernah kusadari sebelumnya. Dan aku yakin bahwa semua orang juga bisa seperti saya, tinggal gimana cara memunculkan keberanian dan potensi tersebut.

Kemudian nyemplung di motivasy.com, yang semakin menuntut untuk lebih giat lagi menyampaikan ide. Malah akhirnya menjadi salah satu motivator dan trainer Motivasy. Kalau melihat foto diri beberapa tahun lalu, rasanya bahagia sekali bisa berubah dari yang introfet dan pemalu menjadi narcis seperti ini.

Bahkan semakin dituntut untuk mengajarkan public speaking kepada orang2 di kampus. Nah loh makin gawat lagi, temen2 mempersepsikan aku jago public speaking. Padahal mulanya dari modal nekat doank.

Terus perjuangan hingga salah satunya disuruh memimpin tim dalam sebuah acara, yang justru semakin mengasah public speaking dan communication skill ku. Dan Subhanallah, tantangan semakin besar hingga aku masuk fosma seperti sekarang ini.

So banyak perubahan yang terjadi pada diriku, salah satunya dimulai dan cukup berandil besar adalah public speaking. Dan metode terapi menggunakan public speaking ini banyak merubah diri ku. Mungkin tidak banyak hal yang bisa aku ceritakan lengkap di sini. Silakan bertanya dan sharing, Insya Allah aku akan banyak membantu.

Intinya, kalau ingin merubah diri, salah satunya perbanyak public speaking (sebagai terapi).

Share and Enjoy:
  • blogmarks
  • del.icio.us
  • Digg
  • description
  • Reddit
  • Technorati
  • YahooMyWeb
,

This post was written by:

deniar - who has written 243 posts on Deniar’s Blog.


Contact the author

19 Comments For This Post

  1. vince Says:

    Minta ajarin donk…

  2. scratchz Says:

    fuihh,,, mantap,,,
    kak deniar ajarin public speaking donk,,,, ^^

  3. deniar Says:

    Ok deh…. hubungi aja…. Kalo diterangin di blog susah

  4. skeleton Says:

    Latihan public speaking, mau donk

  5. erween Says:

    Baideway, aku pinjem pasukanmu dulu di Malang…!!!
    Si Gaw udah puas banget tuh nginep Malang….mpe kerasan

  6. deniar Says:

    Asal jangan lupa dibalikin ya… itu aset jabar :D

  7. Riyadi Says:

    Kesalahan Utama Memulai Bisnis

    Ditulis dalam Bisnis Site pada 11:04 pm oleh Ananda

    “Mengapa ketika memulai bisnis seringkali dihadapkan pada banyak kendala, bahkan tidak sedikit yang gagal?”… ini adalah pertanyaan klasik yang kerap dilontarkan oleh entrepreneur. Pertanyaan ini juga biasanya menciutkan nyali para entrepreneur lain (pemula) yang akan mengawali ativitas bisnis.

    Dari penelitian dan pengamatan yang saya lakukan, setidaknya ada enam kesalahan utama dalam memulai bisnis.

    TIDAK MEMILIKI BUSINESS PLAN
    Ibarat perahu berlayar tanpa tujuan, tidak memperhitungkan kapasitas angkut, dan tidak mempersiapkan keperluan pelayaran, maka seperti itulah entrepreneur tanpa Business Plan. Fungsi utama Business Plan adalah sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas bisnis. Pedoman ini meliputi gambaran umum situasi bisnis, organisasi, core competency, tujuan – tujuan yang ingin dicapai, dan sejumlah rencana strategis maupun taktis beserta sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, Business Plan harus disusun secara komprehensif. Banyak entrepreneur yang menyusun Business Plan hanya untuk menarik minat investor atau meminjam modal semata, sementara saat menjalankan bisnis praktis Business Plan tidak digunakan lagi.

    TERLALU OPTIMIS / PESIMIS
    Adakalanya entrepreneur terlalu optimis memandang peluang usaha. Saking optimisnya, sampai – sampai lupa memperhitungkan resiko dan kendala yang akan dihadapi. Ketika resiko datang menghadang, mereka tidak punya strategi untuk mengantisipasinya, dan bisnis yang baru dimulaipun akhirnya berantakan. Tapi ada juga entrepreneur yang malah terlalu pesimis menilai peluang usaha. Biasanya hal ini disebabkan oleh faktor hitung – hitungan bisnis yang terlalu rigid, dan keengganan mengambil resiko sedikitpun. Sikap terlalu pesimis bisa menyebabkan entrepreneur tidak berani mulai, dan cepat putus asa bila menghadapi kegagalan.

    “I AM THE COMPANY”
    Dalam memulai bisnis, sebaiknya entrepreneur mempunyai partner. Partner ini dapat berperan sebagai investor atau sebatas ikut mengelola (managing partner). Dengan
    adanya partner, setidaknya entrepreneur dapat berbagi peran dan tugas atau berdiskusi ketika harus mengambil keputusan strategis. Kesalahan entrepreneur yang fatal adalah berusaha mengerjakan segalanya sendiri, mulai dari menyusun Business Plan, mencari pinjaman modal, sampai menangani masalah pemasaran dan keuangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah “I am the Company”. Memilih partner bisnis juga jangan asal – asalan, pilihlah partner yang memiliki ketertarikan pada kegiatan bisnis yang akan atau sedang digeluti. Dan yang paling penting, partner juga harus menjadi kekuatan penyeimbang. Kalau seorang entrepreneur memiliki kekuatan dalam hal operasional, maka pilih partner yang memiliki kekuatan manajerial. Khusus dalam hal memilih partner investor, pilihlah investor aktif yang bersedia memberi masukan – masukan berarti untuk pengembangan bisnis. Walaupun share nya agak besar tetapi peran dan tanggungjawabnya pun sepadan.

    BERORIENTASI PADA UANG
    Berbisnis tidak semata – mata untuk uang, dan tidak perlu dimulai dengan modal uang. Modal terbesar yang harus dimiliki oleh entrepreneur adalah Niat dan Kerja keras, yang berorientasi pada proses bukan hasil. Sering kita temui entrepreneur yang justru mengalami kesulitan setelah memperoleh pinjaman dana, bahkan ada yang rugi besar – besaran karena kemampuanya mengelola keuangan tidak teruji. Bisnis adalah sebuah “Masterpiece” yang tak ternilai, maka dari itu jangan coba – coba menghargainya hanya dengan uang.

    SALAH MENGARTIKAN KEBEBASAN
    Salah satu alasan mengapa seseorang menjadi entrepreneur adalah memiliki kebebasan, terutama kebebasan waktu dan kebebasan finansial. Bebas yang dimaksud berarti kita memiliki hak yang disertai kemampuan untuk mengelola waktu dan juga finansial. Kebebasan tersebut kerap disalah artikan dan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai kinerja professional. Walhasil, kegagalanlah yang diperoleh kemudian.

    MELIHAT KEATAS, BUKAN KEDEPAN
    Kesalahan terakhir yang biasa dilakukan entrepreneur adalah terlalu banyak melihat keatas, alias terlalu banyak melihat figur – figur pengusaha sukses yang bergelimang kemewahan. Sementara Visi dan Misi bisnis yang berada didepan mata terabaikan. Dengan sikap seperti ini, tidak jarang entrepreneur malah menjadi plagiat yang mengcopy habis – habisan teknik dan style pengusaha sukses dalam menjalankan bisnis. Padahal teknik atau style tersebut belum tentu sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai entrepreneur. Bahkan, mungkin tidak sesuai dengan kondisi si entrepreneur itu sendiri. Apalah artinya bisnis bila dikelola dengan basis kesuksesan
    orang lain, bukan berbasis kompetensi sendiri. Yang lebih parah lagi kalau entrepreneur pemula meniru gaya hidup pengusaha sukses, padahal skala dan omzet bisnisnya belum seberapa. Sesekali bolehlah kita melihat keatas untuk memotivasi diri dan memetik hikmah, bukan untuk menduplikasi.

    Nah, semoga hasil observasi kecil – kecilan ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan yang tercantum di awal tulisan. Sekaligus memberikan inspirasi bagi para entrepreneur (khususnya pemula) agar lebih smart dalam memulai kegiatan bisnis.

    Salam,
    Muhammad Isman

    SEBELAS CARA MENDAPATKAN PELANGGAN

    Ditulis dalam belajar berbisnis pada 3:43 pm oleh Ananda

    Apakah hal tersulit saat memulai sebuah bisnis?

    Bagi banyak pengusaha jaw
    Memulai sebuah bisnis?

    Bagi banyak pengusaha jawabannya adalah “mencari klien.” Memiliki produk yang luar biasa dan banyak dibutuhkan orang tidaklah cukup. Klien tidak akan menemukan Anda atau website Anda hanya karena telah memulai bisnis. Tentu saja, Anda harus sering-sering untuk berkeliling menawarkan produk/jasa Anda. Tapi bagaimana caranya ? Disini beberapa usulan untuk memulai usaha.

    01. Kembangkanlah rencana. Tentukan siapa yang akan menjadi klien Anda yang tepat., jika Anda menjualnya pada sebuah perusahaan, tentukan departemen mana yang cocok dengan produk Anda dan tentukan orang yang menentukan kebijakan untuk mengambil keputusan pembelian. (kalau perlu bertanyalah lewat telepon).

    Lalu pikirkan kira-kira bagaimana cara dia biasanya mendapatkan produk seperti yang Anda miliki. Bagaimana lingkungan sekitarnya? Siapa yang dia dengar atau dimana dia biasanya mencari. Cari jalan untuk menempatkan informasi Anda atau Anda sendiri ke jalur kebiasaanya.
    02. Sadarilah bahwa satu jalan tidaklah cukup, sebuah transaksi biasanya dapat terjadi karena prospek mendengar tentang produk Anda dari beberapa cara dan dari beberapa sumber. Semakin sering dia mendengar tentang produk Anda semakin besar kemungkinan terjadinya penjualan.
    03 . Manfaatkanlah Koran local yang ada di daerah Anda. Koran harian dan mingguan adalah sumber yang luar biasa untuk mendapatkan klien potensial. Amatilah nama-nama orang yang baru saja dipromosikan, yang baru memperoleh penghargaan, yang baru membuka bisnis, atau siapa saja yang potensial menjadi klien Anda.

    04. Kirimilah mereka surat secara pribadi dan biarkan mereka tahu keuntungan dari menggunakan produk yang Anda tawarkan. Cobalah menghadiri pertemuan yang akan mereka hadiri. Ketika Anda bertemu mereka aau mengirimi mereka surat, beritahukan bahwa Anda telah mendengar berita tentang mereka dan memberi selamat atas keberhasilannya
    05. Amatilah even-even yang mungkin akan potensial membawa pasar. Hubungilah penyelenggara even tersebut dan tawarkan untuk menjadi sponsor dengan memberikan produk atau jasa Anda selama kegiatan berlangsung, dan sebagai gantinya mereka harus mempromosikan Anda pada program promosi mereka.
    06. Hadirilah pertemuan dan seminar yang mungkin dihadiri oleh prospek Anda. Jika Anda telah melakukan hal itu namun masih tidak terjadi penjualan, maka carilah lagi kegiatan lain yang mungkin menarik para pelanggan yang menjadi target market Anda.
    07. Tindak lanjuti kegiatan di atas, cobalah kontak orang-orang yang telah Anda temui siaoa tahu mereka akan jadi prospek Anda. Jika mereka tidak membutuhkan produk Anda saat ini maka tanyakan kapan kira-kira waktu yang tepat untuk menghubungi mereka lagi.Atau jika mereka memiliki asosiasi bisnis, tanyakan siapa kira-kira yang dapat menggunakan produk Anda saat ini.
    08. Beri sedikit untuk mendapat banyak. Berikan secara cuma-cuma contoh produk Anda dan tanyailah para penerimanya apakah mereka puas dengan produk Anda Atau jika Anda seorang konsultan maka berikan mereka konsultasi gratis.Ini mungkin berupa sebuah formulir atau newsletter yang berisi tips dan petunjuk atau konsultasi gratis selama Anda memiliki kemampuan dan informasi yang cukup untuk membantu klien untuk menyelesaikan permasalahan mereka.
    09. Manfaatkanlah network Anda, tanyakan kepada teman Anda jika mereka tahu tentang orang-orang yang mungkin dapat menggunakan jasa Anda. Jika mungkin tawari mereka komisi atas informasi yang mereka berikan sehingga menghasilkan proyek bagi Anda.
    10. Pelajari para pesaing Anda, promosikan usaha Anda dimana pesaing Anda beriklan.
    Gunakanlah iklan kecil namun gunakan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Pengulangan berarti membangun nama yang hasil akhirnya adalah pengakuan.Jika Anda beriklan di yellow Pages, ambillah tempat di berbagai kategori. Jika menyediakan jasa untuk perkantoran maka gunakanlah iklan yang menggunakan program pengolah kata atau judul yang diketik.
    11. Tanyailah prospek Anda sebagai feedback(umpanbalik) jika mereka tidak membeli produk Anda. Apakah mereka mencari produk yang lebih baik? Apakah mereka memang tidak membutuhkan produk Anda sama sekali? Apakah mereka hanya menunda pembelian? Apakah mereka mengalami kesulitan dalam melakukan pemesanan lewat website Anda? Pelajarilah informasi yang Anda dapatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan amati kenaikan penjualan sebaagi akibatnya.
    ——————————————————————————–
    Profil Penulis :Janet Attard adalah pemilik Attard Communications, Inc., yang menyediakan editorial konten website, komunitas online dan web development Janet juga pengarang dari ” The Home Office And Small Business Answer Book and of Business Know-How: An Operational Guide For Home-Based and Micro-Sized Businesses with Limited Budgets.

  8. deniar Says:

    Walah…. panjang amat mas commentnya….

  9. yonna Says:

    huy huy selamat ya den, the therapy works for you :)

    emang sih tampil di muka umum itu gak gampang, saya aja nih ogah banget disuruh ngomong di depan umum/public speaking.

    selain takut, gak pede, dst berbicara di depan khalayak ramai sepertinya bukan tipe saya :mrgreen:

    latihan public speaking bagus untuk diterapkan di dunia kerja, seperti membuka/memimpin suatu rapat/meeting.

    tapi katanya nih ya, kesulitan lain dari public speaking adalah memikirkan content/isi dari permasalahan yang akan disampaikan, tapi kalo tau caranya, walau contentnya pas-pas an, bisa dikemas menarik dengan metode public speaking yang cerdas.

    buat aku, mengasah communication skill bisa dilakukan dengan cara lain….hehehe :mrgreen:

  10. anxs_girl Says:

    aq dah ikutan kursus public speaking slm 2 bulan,aq dah ada perubahan sdkt sich…tp kalo disuruh utk ngomong didepan msh taku-takut cz g PD.wlpn aq dah dilatih utk PD tp tetep aja msh ragu-ragu.

    tp aq yakin aq pasti bisa mengatasi semua itu yg ptg giat berlatih….

  11. deniar Says:

    Emang banyak banget cara untuk melatih communication skill, salah satunya public speaking. Karena public speaking sendiri ada 3 jenis:
    -person to person
    -person to small group
    -mass

    Cara latihan/workshopnya pun beragam.

    Yang lebih ngena lagi, public speaking sambil penerapan misal di meeting, organisasi, etc

    Kalo masalah di content, bisa belajar cara merancang content dengan mind map atau quantum learning super memmory: brainstorming. Ada pelatihannya lagi (halah.. malah jadi promosi gini)

  12. Raka Syailendra Says:

    Public Speaker’s
    Why not to share and visit my blog : e-speaking . blogspot . com

    thx

  13. deniar Says:

    @Raka Syailendra

    Thank’s. I’ve been searching blog about public speaking,

  14. Adhi Susilo - NLP/NAC Says:

    AssWW,
    Rasanya saya senang, makin banyak yang pinter-pinter Public Speaking.

    Bagi yang bermasalah dalam Public Speaking, ada cara cepat, yaitu dengan Hypnotherapi+NLP Therapy+Personal Coach.

    Bahkan yang GAGAP pun dapat disembuhkan dalam 1x sesi terapi 4 jam.

    Silahkan dilihat di http://hipno-bicara.blogspot.com
    WassWW,
    Adhi

  15. deniar Says:

    Wah pak Adhi Susilo gemar sekali masuk ke blog ku, jadi tersanjung…. he he he

    Yup public speaking bagus banget buat terapi banyak hal. Saran untuk dicoba deh….

  16. Raka Syailendra Says:

    Betul kata pa Adhi, oh ya … silahkan untuk jalan-jalan ke blog aku :)

  17. DhewieWuspada Says:

    Saya baru aja mendapatkan pelatihan menjadi fasilitator daerah.Di sana diajarkan teknik2 bicara di depan publik,memberi penyuluhan.Sebenarnya masalah utama saya cuma 1: grogi/tidak PD. Gimana cara menghilangkan grogi tsb ya? Trims bgt.

  18. deniar Says:

    @Raka Syailendra
    Makasih, salam kenal juga

    @Dhewiewuspada
    Menghilangkan Grogi adalah dengan melakukannya, paksakan diri untuk melakukan berulang kali. Nanti lama2 akan terbiasa dan hilang geroginya.

  19. Adhi Says:

    AssWW Deniar dan Rekan-Rekan,
    VIDEO Terapi PD Bicara sekarang ada di http://tw.youtube.com/user/adhisusilo

    Silahkan dilihat-lihat, barangkali bisa bantu rekan yang punya masalah.

    Adhi Susilo - http://klinik-hipno.blogspot.com

Leave a Reply