Hari ini kecewa sekali dengan servis/pelayanan dari Esia. Padahal aku sudah menganggap pelayanan Esia cukup memuaskan, peristiwa hari ini membuat diriku illfeel terhadap Esia, bisa-bisa benar2 membuang nomor Esia ku dan berganti ke nomor Flexi selamanya. Secara akhir2 ini juga sinyal Esia terasa begitu (maaf) payah dibandingkan dengan Flexi yang aku baru tahu setelah kucoba. Beginilah ceritanya
Tadi malam ngedadak pulang ke Semarang. Seperti biasa setiap ke luar kota musti men-GOGO kan nomor Esia ke kota tujuan (atau di Flexi fitur ini disebut Combo). Dan caranya pun sangat mudah dengan hanya menekan *6060 dan seterusnya.
Kebetulan tadi malam karena harus contact sini contact sana jadinya sebelum sampai Semarang pulsa di bawah 10.000. Padahal syarat untuk meng-GOGO kan pulsa harus minimal 10.000 dan. Tetapi pada saat registrasi GOGO dibilang “Berhasil mengaktivasi layanan ESIA GOGO“. Oh saya kira sekarang sudah gak minimal 10.000 jadi cuek-cuek saja. Terakhir saya cek pulsa sekitar 5000 rupiah (kurang lebih lah). Kemudian begitu naek kereta, mau sms seseorang ternyata pulsa langsung habis. Nah loh kemana? Aku kira itu habis termakan kerena fasilitas GOGO, oh ya sudahlah kupikir.
Sesampai di Semarang, saya coba mengaktivasi dan katanya “Layanan ESIA GOGO akan kami aktivasi beberapa saat lagi, Terima Kasih.” Saya tunggu seharian tidak aktif juga.
Langsung dengan reflek saya telpon CallCenter *999 Esia. Aku dan kawan-kawan yang sering mobile ke luar kota memang lebih suka telpon ke CallCenter. Bahkan kami semua hapal kode masuk CallCenter seperti langsung menyebutkan Nama nomor telpon dan tanggal lahir. Bahkan sebelum ditanya oleh Call Center kami biasanya langsung menyebutkan itu semua. Kata CallCenter, “Bapak sering telpon kemari ya sampai hapal”. (Ceritanya karena saking seringnya telpon ke Call Center dan hapal fitur2 di ESIA).
Waktu dikonfirmasi dengan mbak2 Call Center bilangnya karena pulsa saya di bawah 10.000 terus saya bilang “Loh tapi waktu itu dibilang berhasil, dan bahkan bilang akan diaktifkan beberapa saat lagi, tidak ada konfirmasi tidak bisa karena pulsa di bawah 10.000 oleh mesin penjawab ESIA GOGO“.
Langsung saya bilang “OK, kalo gitu solusinya gimana?“. Kemudian aku disuruh isi pulsa minimal 10.000 dan dia bilang “Dengan cara ketik TOPUP nomor voucher kirim ke 555“. Oh berarti bisa via SMS kupikir. Ya sudah akhirnya kubeli lah pulsa ESIA 25ribu di counter terdekat.
Kucoba isi ternyata tidak bisa isi pulsa. Kutelponlah lagi mbak2 CallCenter itu. Dengan menyebutkan langsung password sebelum diminta, akhirnya dibilang kalau sudah berada di kota lain tidak bisa isi pulsa via vocher fisik, harus via elektrik. Damn! udah terlanjur beli masak harus beli lagi, dan harus cari yang elektrik. Hey, kamu kira aku bisa bolak-balik pulang pergi cari yang jual voucher elektrik dimana. Langsung kubilang saja bahwa saya sedang dalam keadaan emergency saya harus telpon kolega saya dan saya minta solusi. Ah dan langsung ‘dia potong pembicaraan saya’, “Pak dengan dulu pembicaraan saya…” dan langsung lah keluar bla bla bla.. yang intinya tidak bisa. Ah menjengkelkan sekali. Benar-benar kecewa saya.
Kalau disimpulkan dari cerita saya di atas, ada beberapa point yang bikin saya kecewa
- Jika pulsa kurang dari 10.000 mau mengaktifkan ESIA GOGO dianggap Berhasil dan bilang kalau akan diaktifkan beberapa saat lagi, TANPA ADA KETERANGAN KALAU PULSA ANDA TIDAK MENCUKUPI UNTUK MELAKUKAN LAYANAN INI.
- Isi voucher di kota lain tidak flexibel masak harus dengan elektrik. Bagaimana dengan yang sudah terlanjur beli pulsa fisik, tidak diberikan solusi.
- CallCenter menyesatkan, padahal dia sudah bertanya apakah saya sudah sampai di kota tujuan, saya bilang sudah. Kemudian disuruh isi pulsa dengan mengetik “TOPUP bla bla bla…”. Jelas-jelas ini mengisyaratkan isi voucher secara fisik. Buktinya malah gak bisa isi voucher secara fisik.
Saran saya kepada ESIA untuk membangun lebih baik fitur, service, dan kepuasan pelanggannya adalah:
- Berikanlah konfirmasi kepada pelanggan kalau memang PULSA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN FITUR YANG DIMAKSUD.
- Berikan flexibilitas kepada pelanggan bila berada di kota lain harus isi pulsa dengan voucher fisik. Kalau memang ada protokol yang membatasi adanya hal seperti itu, berikan solusi pada CallCenter untuk dapat mengisikan pulsa melalui CallCenter dengan menyebutkan nomor yang tertera di voucher fisik, kan beres.
- Saya tahu kalau CallCenter tidak ditangani seorang saja, banyak representatif Agen yang ditempatkan di sana. Dan ini bisa saja terjadi perbedaan informasi dari satu Agen dengan Agen yang lain. Saya mohon untuk kembali diseragamkan dan dipersiksa, atau mencari solusi dengan memberikan aplikasi HelpDesk yang lebih akurat untuk Agen2 di CallCenter tersebut, atau mengijinkan Pelanggan untuk menghubungi Manajer penganggun jawab CallCenter apabila tidak puas dengan pelayanan CallCenter. Karena saya tahu kalau Agen tersebut tidak tahu solusinya maka dia bilang “Maaf saya tidak dapat membantu”. Bisa jadi karena dia tidak memiliki supervisi atau privillage untuk kewenangan bantuan di level atasnya.
Ini semua saran dan kritik saya berikan untuk membangun tingkat kepuasan pelanggan yang lebih baik untuk ESIA. Semoga dapat diperhatikan oleh pihak ESIA dan mejadi edukasi untuk masyarakat sekitar.
BAGAIMANA AKHIRNYA AKU MENCARI SOLUSI
Akhirnya aku berpikir untuk mencari solusi sendiri. Dan ini butuh meluangkan waktu juga.
- Kalau voucher tidak bisa diisi secara fisik dan susah menemukan voucher elektrik atau lokasi Anda tidak banyak agen penjual pulsa, bisa isi melalui ATM (Mandiri). Dan saya rasa bisa jadi ATM itu sendiri lebih tersebar daripada agen voucher elektrik.
- Transfer pulsa melalui teman yang punya ESIA juga dan lokasinya di Kota Asal Anda. Caranya:
- Pastikan teman Anda adalah teman yang Anda percaya, kirimkan nomor voucher Anda ke teman Anda dan suruh isikan pulsa di nomor hape dia
- Setelah terisi, minta dia transfer pulsa ke nomor ASAL anda dengan cara ketik TRANSFER jumlahuang nomorAnda (contoh: TRANSFER 25000 0229123456) kirim ke 789. Kalau Anda baik, sisakan sedikit pulsa untuk diberikan kepadanya.
- Bagaimana dengan masa tenggang? Kan kalau transfer masa tenggan Anda tidak bertambah. Tenang masa tenggan bisa dikirim koq (karena saking hafalnya dengan fitur ESIA). Caranya ketik WAKTU jumlahhari nomorAnda (contoh: WAKTU 20 0229123456) kirim ke 789.
Semoga solusi ini dapat membantu.





April 10th, 2008 at 1:16 am
Sebal…
April 10th, 2008 at 1:46 am
hahhahahaha
aku wis tau awal2nya. tapi yang jai maslaah bukan cuma itu den. yang paling parah itu sampe sekarang aku gak bisa nelpon call center (kangen ama suara mbak2
)
btw pengen pindah cuman nunggu yang sering ku telpon pindah dulu semuanya (ngarep mode on)
April 10th, 2008 at 1:54 am
*nungguin pihak ESIA berkomentar di blog ini
kayanya ni artikel berlawanan pendapat ama artikel ini
http://www.deniar.net/2007/02/19/untung-pake-esia/
begitu cepat hatimu kecewa, oh deniar
April 10th, 2008 at 2:04 am
@bayuhebat
bisa koq pake *999
Jangan takut untuk beralih, aku juga mulai mau beralih ke flexi kalo ESIA begini terus (maksudnya sinyalnya tambah jelek). untung hp cdma dua, jadi esia on dan flexi on
@yonna
Ho oh…. jadi tidak bisa mengandalkan cuman esia saja. Sementara ini flexi jadi backup, entah sampai kapan bisa jadi esia yang jadi backup flexi jadi yang utama.
April 10th, 2008 at 6:58 am
yah namanya juga murah.. mas..
kalo gw siy ga pake gogo kalo kluar kota.. sung aja ganti kartu..
April 10th, 2008 at 10:49 am
gile hapal esia luar dalam begitu, bentar lagi hapal yang flexi deh
btw cdma memang suka ngaco ya.. karena murah? harga memang gak bohong..
April 10th, 2008 at 11:10 am
Numpang pecicilan Den….
Kapan lulusmu?
Lha kok koe ga kontak aku wae… Paling mengko tak jawab: wah ga ngerti Den, kuwi biasane sing ngurusi wong CRM… he.he.he.
BTW nanti usulannya saya sampaikan ke bagian CRM Esia, terima kasih sebelumnya…
Jo kapok nganggo Esia, mengko gajiku sopo sing mbayar…
April 10th, 2008 at 11:36 am
Wah wah… Waktu saya ke Semarang masalah GoGo ndak ada masalah. Tapi emang akhir2 ni sinyal esia rada gak beres…
April 10th, 2008 at 11:51 am
@icha & jimmy
semoga Esia semakin membaik kualitasnya. Belum bisa berpaling ke lain hati sepenuhnya karena temen2 masih banyak yang pakai Esia.
Murah emang sih, tapi moga2 gak murahan (harapan aku begitu). Kupikir Esia juga tidak mengantu prinsip “Murah koq mau selamet”
@Mizan
jadi malu he3… Tapi setidaknya tidak bertepuk sebelah tangan, ada yang menyampaikan juga
Belum lulus nih mas, tapi tenang belum lulusnya bukan karena kebanyakan nelpon pake Esia koq
loh opo hubungane
Oalah ada orang dalem toh, dan ternyata temanku sendiri
@adit-nya niez
Ho oh kenapa ya? Bisa gak ya pelanggan (kita) bisa tahu seberapa ukuran kualitas saat bertelpon. Macam bandwith/speed meter kalo kita connect internet gitu. Tapi ini buat layanan suara
April 10th, 2008 at 9:32 pm
Sya sering pake Gogo, 2 kali gak ada masalah, soalnya pulsa saya diatas 25ribu terus waktu di gogo biar aman… hmmm apakah masalahnya disitu??
April 11th, 2008 at 1:23 am
kalo suka mobile .. pake GSM aja bro … udah kemana hemat dan sinyalnya ada-lah … hehehe
April 11th, 2008 at 2:00 am
iya nih..aku sudah mulai kecewa sm esia tiba2 esiaku sering call droped terus..kan jadi ga enak klo pas lagi telp dikit2 mati..mending mati nya 5 menit sekali, ini kadang2 5 detik sekali mati..dulu aku pikir handphone ku yg kenapa2..tp ternyata pas handphone nya dipakein flexi ga ada masalah sm skali..jadi walaupun blm ‘membuang’ nomor esianya, tp udah jarang banget dipake..jadi lebih nyaman pke flexi, lebih jernih juga suaranya plus ga ada PPN lagi..
April 11th, 2008 at 2:36 am
@Chatoer
Wah senangnya bisa menghidupi esia selalu di atas 25 ribu. Secara aku menghidupi banyak nomor, dari IM3, Xplore, Esia, dan Flexi. Iya barangkali di situ akar permasalahannya
@hendito
Ho oh emang GSM yang lebih flexibel, moga2 tarifnya bisa semurah ESIA.
@gita
Iya mau telpon aku pasti jadi illfeel ya? he he he….
Moga2 flexi gak ngadat ‘kayak dulu’ lagi
April 12th, 2008 at 7:45 pm
sempat setress jugak gara gara esia. jadi esia saia dah tak simpen baek baek di lemari mengingat sinyal nya yang e… sial banget tuh… fufufufuf
April 12th, 2008 at 8:36 pm
@memble
Sabar-sabar ya…. berarti antenanya kurang panjang, panjangin lagi sampe keluar atap rumah ntar pasti nambah sinyalnya
April 13th, 2008 at 9:04 pm
Den…diriku udah ga pnh pake GOGO lg..gara² pnh gara nge GOGO in…malah kacaw…jd ga bs dipake selama seharian..so..kalo lg keluar kota..pake GSM aja lah…soal esia suka ilang sinyal..ituh bener…tp perasaan sama aja ama Flexi “bukan telepon biasa” , krn aku pake esia ama flexi….yah sama² parah dah…^_^
April 14th, 2008 at 3:35 pm
@Riezka
Memang kalo soal flexibiltas GSM emang gak usah dipungkiri lagi, apalagi kalo sinyalnya dimana-mana. Malah gak bisa jadi ajang buat kabur dari telpon-telpon yang selalu membayangi, ya tugaslah, ya ditelpon masalah itu lah dan masalah ini lah. Kalo pake CDMA berhubung gagal di COMBO/GOGO di luar kota jadi bisa berdalih, “Maaf gak bisa dihubungi karena lagi di luar kota”, he he eh itu sisi positifnya. Negatifnya ya lost communication
Tapi Meski begitu memang CDMA tidak bisa substitusi dengan GSM. Rata2 orang punya CDMA pasti juga punya GSM, jaga2 kalau CDMAnya trouble jadi masih punya line komunikasi satu lagi.
Flexi dan Esia masih begitu? Yah kata orang maklumlah…..
April 18th, 2008 at 9:55 pm
CDMA MANA YANG PALING MAHAL ?
Esia sejam 1100, Flexi sejam 753, Fren Sejam 540.
Esia ke sesama 55 per menit, Flexi 49, Fren 38.
Esia ke GSM lokal 880, Flexi 800, Fren 700.
Esia ke GSM se propinsi 1700, Flexi 1900, Fren 700.
April 19th, 2008 at 10:31 am
@Dewantara
Ooo…. ternyata lebih murah FREN toh? Tapi sudah lah yang penting bukan tarifnya, karena memang sekarang gak beda2 jauh amat. Yang penting silaturahmi terjaga melalui komunikasi yang pas di kantong ini.
May 10th, 2008 at 12:17 am
kata temen gue yang kerja dibagian finance esia. Temen2nya dimarketing & sales hampir semuanya suka mabok2an, dugem setiap malam, banyak karyawan yang selingkuh sesama karyawan, korupsi, dan banyak bos2 besar seperti anindya bakrie, erik meijer dan yang lainnya suka mabok2an dan suka booking ayam kampus kalo keluar kota. astagfirullah… selama ini gue salah memilih operator dan hanya memfasilitasi kepentingan maksiat karyawannya.
May 19th, 2008 at 4:22 am
Bwahahaha, intinya sistem esia error handlingnya jelek banget….
Gimana mau improve sistem nya ? Wong dananya abis kesedot lumpur sidoarjo
May 22nd, 2008 at 8:27 am
@Candra Adi
Oh ya? waduh2….. gawat nih……
@clerecudzio
Sepertinya dana balik dari lumpul lapindo masih untung deh
May 28th, 2008 at 1:02 am
SINYAL ESIA PALING JELEK DIKANTORKU
GEDUNG DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
JL. MEDAN MERDEKA TIMUR NO.16 JAKARTA PUSAT
TOLONG PIHAK ESIA MEMPERHATIKANNYA DONG…..
May 28th, 2008 at 1:17 am
Sudah sering sekali saya telp CallCenter Esia katanya, “Memang kalau didalam Gedung sinyal esia kami masih lemah, tapi kami tetap berusaha akan memperluas penguatan sinyal esia dalam gedung.
Terus sampai kapan MAU BERUSAHA MEMPERBAIKINYA jangan hanya janji-janji aja, padahal dari awal perdana esia saya sudah melaporkan hal ini dech……
Untuk informasi aja….
1. Sinyal Esia di Gedung tempatku Lumayan ada di lantai GF s/d 7 walaupun TIMBUL TENGGELAM jangan harap ada SINYAL kalau sudah di Lantai 8 s/d 18.
Untuk PIHAK ESIA atau yang berwenang mengenai HAL INI TOLONG DIPERHATIKAN DONG SINYAL ESIA DALAM GEDUNG.
2. Sinyal TERPUTUS di JL. PEJAMBON JAKPUS. Sering aku coba seling waktu 1Bulan untuk telpon sambil berjalan rute LAPANGAN BANTENG – GAMBIR ternyata SINYAL PUTUS di JL. PEJAMBON
3. Sering banget tiap SMS ke GSM terima disananya LAMA BANGET malah pernah sampai 1Hari baru terima (kalau makanan sudah basi duluan dong) untung cuma SMS ha…ha…ha….
June 19th, 2008 at 4:22 am
makanya..
pake flexi dunk…
gak pernah masalah tuh
mau keluar kota, flexi combo sukse terus..
no matter what, i love flexi
June 20th, 2008 at 8:25 pm
Kalau isi Esia, kasian yang jual pulsa nya sering telat masuk nya, sering kali malah tidak masuk, yang ada di claim terus sama pembeli minta balikin duitnya. Tapi si pedagang tidak dibalikan saldo nya, wahh capeee dechhhh bikin rugi ….. he…hee, pake yang laen aja deh.
June 20th, 2008 at 10:24 pm
@rima
iya sekarang udah pake flexi koq…
@bonie
ha ha ha…. mudah2an sekarang gak begitu lagi ya
July 14th, 2008 at 2:56 am
lucu….sumpah lucyu banget……
operator nye bukan orang IT
sang pengadu juga bukan orang IT
kagak nangkep, kaga nyambung. masalahnye, ngadunye di area yang berbeda.
July 14th, 2008 at 5:26 am
lebih mudah beli nomer lagi di daerah asal..
October 28th, 2008 at 10:18 pm
eh deniar, bgus dech klo loe udh ganti flexi…
menderita klo pke esia..
hidup flexi!!!!
hip..hip..
horrrrrrre…………..!!!
November 23rd, 2008 at 7:26 pm
Harap di Maklum… yang meng-handle flexi bukan dari pihak telkom saja…
September 9th, 2010 at 3:16 am
sialan tuh esia gw ga bs isi pls wahh bkin rugi gw sgala2nyanya deh…ngehub..call cntre ga diangkat2 seharian…mau nya gmn tuh esia,.
January 25th, 2011 at 11:00 am
@lapuk: emang yg boleh pake hp cuma orang IT? wajar lah orang awam komplain..
May 12th, 2011 at 9:31 pm
mas ak nh punya kendala jg sm esia, karena aku pasangin fitur whitelist trus aku lupa dg kode pinnya ak gabisa menonaktifkan white listnya. sekarang gbs buat telp no lain, trus setiap aku telp *999 gabisa ngomong ke operator . disuruh telp *990 tp selalu tutututut..
ini gmn ya caranya..